Repelita Jakarta - Surat terbuka bernada sentilan keras dilayangkan oleh seorang pengamat militer nasional, Connie Bakrie, terhadap figur figur publik tanah air.
ADVERTISEMENT
Atensi khusus tersebut secara mendalam dialamatkan kepada Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, menyusul bergulirnya rangkaian dinamika di ruang publik belakangan ini.
Melalui penyampaian pendapatnya, Connie mempertanyakan asas keterbukaan informasi mengenai pihak yang membiayai panggung megah sebuah agenda deklarasi pada tanggal 29 Oktober lalu.
Dirinya mengaku heran dengan mencuatnya perbedaan perlakuan aparat penegak hukum kala mengawal jalannya aksi penyampaian aspirasi dari kalangan kelompok dewan mahasiswa.
"saya sampai sudah enggak tahu mesti bicaranya seperti apa ya saya lihat bagaimana kemarin Fatimah dan kawan-kawannya para mahasiswa dari segala macam lini itu dijaga oleh tentara oleh polisi oleh komcat ya kan didorong-dorong dan heboh banget hari ini ya," ujar Connie Bakrie dalam rekaman video di kanal YouTube JEJAK PROFIL, Senin (2/11/2026).
Dirinya membandingkan ketatnya barikade penjagaan unjuk rasa tersebut dengan kelonggaran fasilitas panggung hiburan mewah yang didirikan secara bebas di atas fasilitas trotoar jalan.
"kan saya lihat di trotoar di bangun panggung polisi dan Raffi Ahmad dan mahasiswa yang menurut saya agak enggak tahu jelas ragam dari mana itu boleh dan disambut dan tidak ada barikade tidak ada ee gas air mata tidak ada aparat gitu hari ini pemuda Indonesia mantap the best semangat sumpah pemuda harus digelorakan anak-anak muda terus generasi muda cinta tanah air kalau cinta tanah air tidak ada perpecahan seperti kamu kamu adalah generasi muda yang hebat hari ini saya mau tanya cuma dua hal ya itu di trotoar ya mereka boleh bebas bikin panggung kenapa ibu-ibu kemarin digeser-geser di trotoar yang hampir sama kemudian kenapa mahasiswa itu kemarin dorong-dorong dan di apa ya ditahan-tahan tidak boleh bergerak sementara hari ini disiain panggung emang mahasiswa kita ini pecah-pedah nih emang trotoar kita ada kastanya dan mahasiswa juga ada kastanya lupa ya di atas langit ada langit ini kekuasaan macam apa yang sering dimainkan gitu," tuturnya melempar kritik tajam.
Sorotan atas perlakuan kontras ini mencuat tak lama seusai merebaknya spekulasi miring di tengah publik internet yang menuding adanya pengerahan barisan massa akademisi bayaran.
Melalui dorongan transparansi tersebut, publik diharapkan dapat memperoleh kejelasan utuh guna mencegah timbulnya pembentukan opini keliru serta potensi disintegrasi di tataran generasi muda.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok