Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Alasan Purnawirawan Jenderal Baru Berani Buka Suara Terkait Oligarki Hitam Pasca Pergantian Presiden

Repelita.net

06 November 2026 13:58 WIB • 169 view

[VIRAL] Alasan Purnawirawan Jenderal Baru Berani Buka Suara Terkait Oligarki Hitam Pasca Pergantian Presiden
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dinamika politik tanah air pasca pergantian kepemimpinan nasional memunculkan beragam analisis dari kalangan publik di media sosial.

Munculnya berbagai pandangan baru dari sejumlah tokoh purnawirawan dinilai sebagai bentuk keterbukaan informasi yang selama ini tersumbat hambatan psikologis.

ADVERTISEMENT

Kondisi tersebut disinyalir berkaitan erat dengan faktor keamanan serta perlindungan bagi lingkaran internal dari tokoh-tokoh militer bersangkutan.

Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @wuryandanisoeyono yang menyatakan, "Sekelas Jenderal baru bisa sharing setelah ganti Presiden, soalnya menyangkut nyawa & keselamatan keluarganya. Jadi sangat bisa dimengerti. Imagine their power is backed by oligarki hitam, mafia minyak, mafia hutan, mafia tambang, kartel & negara tetangga yg duitnya gak berseri... Now it makes sense, doesn’t it? Why 2019, Pak PS mau bergabung & strategy 2024 merangkul.. Keep your friends close, but your enemies closer..".

Unggahan dari opini tersebut langsung memantik perhatian luas dan mengundang beragam tanggapan dari para pengguna platform digital.

Beberapa warganet turut memberikan respons tersendiri di kolom komentar dengan mengaitkan situasi koordinasi independen di luar jalur resmi.

Terdapat pernyataan netizen yang mengaku ikut memantau pergerakan perubahan data secara mandiri melalui perangkat komputasi pribadi selama masa krusial.

Petikan komentar dari akun @exxoniccs menuliskan, "Pak Kivlaan alhamdulillah sehat ya pakk. Gausah dari bais, aku sendiri buka laptop standby hp koordinasi sm orang2, tiap ada pergantian angka aku tau, makannya mau ga mau perlu pake kuda troya. Orang ga bakal mau mikir sampe situ".

Selain ulasan mengenai teknis pemantauan, sebagian masyarakat virtual lainnya mengekspresikan rasa keprihatinan yang mendalam.

Mereka menyayangkan kenyataan mengenai eksistensi oknum-oknum yang dinilai tidak loyal terhadap kepentingan pertahanan kedaulatan negara.

Ungkapan kesedihan dari akun @hbw_kurnia menuangkan kalimat, "Kita sebnrnya tau ada penghianat2 di negara ini cmn belum tau jelas siapa,namun dengan di buka ny satu2,sedih jg hadapi kenyataan🥹🥹 Tuhan jaga dan lindungi selalu presiden kami @prabowo.gibran2 @titieksoeharto.archives".

Fenomena polarisasi opini ini menunjukkan tingginya tingkat kepedulian masyarakat terhadap stabilitas nasional di bawah kepemimpinan yang baru.

Publik berharap keterbukaan informasi pasca transisi kekuasaan ini dapat bermuara pada penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung