Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Aksi Pengeroyokan Pedagang Sosis di Pekalongan, Polisi Buru Pelaku

Repelita.net

13 September 2026 20:41 WIB • 359 view

[VIRAL]  Aksi Pengeroyokan Pedagang Sosis di Pekalongan, Polisi Buru Pelaku
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Jagat maya dihebohkan oleh rekaman video amatir yang menampilkan aksi pengeroyokan brutal terhadap dua pedagang keliling di Kabupaten Pekalongan.

Insiden kekerasan jalanan tersebut terjadi pada hari Jumat tanggal 11 September 2026 dini hari tatkala korban hendak meninggalkan area keramaian perayaan.

ADVERTISEMENT

Aparat kepolisian sektor setempat langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam guna mengidentifikasi para pelaku yang terlibat dalam keributan tersebut.

Kepala Polsek Buaran AKP Sunarto menyampaikan bahwa pihaknya telah memanggil sejumlah saksi mata guna menggali keterangan komprehensif terkait insiden ini.

“Untuk penanganan, saat ini pemanggilan saksi, kami meminta keterangan dari saksi,” kata AKP Sunarto pada hari Minggu tanggal 13 September 2026.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, para pelaku penganiayaan tersebut dipastikan bukan merupakan bagian dari panitia penyelenggara ataupun peserta pawai budaya.

“Untuk pelaku dipastikan bukan dari panitia maupun peserta,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh pihak yang terlibat agar bersikap koperatif demi mempercepat proses hukum dan pengungkapan fakta perkara.

“Kami mengimbau agar pelaku kooperatif sehingga permasalahan tersebut bisa segera terungkap,” tambah AKP Sunarto.

Senada dengan pihak kepolisian, perwakilan panitia acara Fatchul Majid turut menegaskan bahwa para pelaku kekerasan sama sekali tidak memiliki kaitan dengan warga setempat.

“Kalau untuk kasus pemukulan, yang terjadi dan pelakunya juga bukan dari peserta, sekaligus juga bukan dari warga Simbang Kulon,” kata Fatchul.

Peristiwa nahas itu menimpa dua kakak beradik pedagang sosis asal Purbalingga bernama Gita Firmansyah dan adiknya Ikbal Rehan.

Berdasarkan pengakuan korban, kericuhan bermula ketika mereka hendak pulang usai berjualan di sekitar lokasi perayaan karnaval tahunan.

Saat mengemudikan kendaraan dagang di tengah padatnya lautan manusia, sang pengemudi terpaksa membunyikan klakson agar tidak menabrak pejalan kaki.

Niat hati menghindari kecelakaan, tindakan tersebut justru memicu kemarahan spontan dari sejumlah oknum yang tidak terima hingga berujung perkelahian.

“Saya takutnya nabrak, saya klakson. Langsung enggak terima, langsung disahut,” ujar Gita saat memberikan keterangan di kantor polisi pada Sabtu 12 September 2026.

Korban mendadak diserang secara membabi buta oleh sekelompok orang, sementara sang adik yang berniat melerai justru ikut menjadi sasaran pemukulan.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami rasa sakit di sekujur tubuh serta mendapati gerobak dagangannya sempat dirusak oleh massa yang beringas.

Meski demikian, korban menyampaikan apresiasi mendalam kepada warga sekitar terutama para kaum ibu yang sigap memberikan pertolongan.

“Saya terima kasih sama ibu-ibu yang sudah membantu melerai. Terima kasih juga untuk warga sekitar yang sudah membantu saya dan adik saya,” ujarnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung