Repelita Jakarta - Tokoh politik nasional Akbar Faizal melontarkan kritik terbuka yang sangat tajam kepada salah satu figur di lingkaran kekuasaan karena dianggap telah menyudutkan posisi Presiden Prabowo Subianto.
Melalui unggahan di media sosial X pada tanggal 8 Mei 2026, Direktur Eksekutif Nagara Institute tersebut mempertanyakan konsistensi logika yang dibangun oleh oknum tersebut karena berpotensi merusak citra pimpinan tertinggi negara.
ADVERTISEMENT
Akbar Faizal melalui akun resminya @akbarfaizal68 menuliskan keberatan mendalam atas narasi yang dikembangkan oleh pihak tertentu yang dianggap justru memojokkan kepala negara.
Cuitan tersebut berbunyi: "Logika Anda aneh. Di satu sisi memuja Pak Prabowo tapi narasi Anda justru menyudutkan beliau. Turunkan tensi kegilaan logika itu. Sayang sekali energi sebesar itu dipakai meyakini logika yang keliru. Anda bikin susah Presiden."
Pernyataan keras ini segera memicu gelombang tanggapan dari netizen yang merespons fenomena "penjilat" di sekitar lingkar kekuasaan yang dianggap memberikan dampak buruk bagi jalannya pemerintahan.
Akun Ibnu Santosa @iben230493 pada tanggal 8 Mei 2026 turut menyuarakan keresahannya dengan menuliskan: "Masalahnya orang sekeliling presiden sukanya menjilat.. Blm lagi presidennya dikerangkeng oleh nafsu kuasa.. Tanpa mau mencoba keluar dari kaerangkengnya"
Sementara itu, akun @cumaJamal pada hari yang sama menyoroti adanya jarak antara intelektualitas presiden dengan kebijakan yang diambil oleh para pembantunya melalui cuitan: "memang semakin aneh... katanya hobi baca , tapi gak suka dng "orang2 pintar" ..."
Kritik Akbar Faizal dipandang sebagai pengingat penting agar para pendukung di lingkaran istana tidak menggunakan cara-cara yang justru mendelegitimasi wibawa presiden di mata publik.
Akun Rahmat Nurdiansyah @R19cakra pada 8 Mei 2026 menilai keberanian Akbar sebagai penyeimbang informasi dengan menyatakan: "Kalimat bung Akbar ini seperti ada suatu keinginan kembali untuk berposisi setidaknya menjadi mitra "homeless media" pemerintah. Bagaimana pun juga cacat logika "inflasi pengamat" harus dilawan dgn pemikiran yg ekstrim agar korban tidak terus berjatuhan."
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak yang disasar oleh Akbar Faizal, namun perbincangan mengenai "logika sesat" di lingkaran istana terus menjadi topik hangat di platform digital.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Kawan, kenapa kesalahanmu makin dalam? Betapa sulit posisi Presiden karenamu sebab semua akan berujung pada persepsi publik tentang ketakmampuannya memilih org2 yg layak bekerja untuknya. Jika tak mampu meyakinkan media mainstream ttg pikiran anehmu, cukuplah dengan menjadiβ¦
— Akbar Faizal (@akbarfaizal68) May 8, 2026
Bang, ini perbandingan jika tulisan pakai paragraf & tidak
— πππππ (@blank0429) May 8, 2026
Kalau menurut kami, tulisan abang bisa lebih mudah dibaca & dipahami orang jika menggunakan 'jeda'
Serius ga ada niatan lain kecuali kepingin baca tulisan abang tanpa perlu mengernyitkan dahi π
_ pic.twitter.com/xbiDYcjOpM
Masalahnya orang sekeliling presiden sukanya menjilat..
— Ibnu Santosa (@iben230493) May 8, 2026
Blm lagi presidennya dikerangkeng oleh nafsu kuasa..
Tanpa mau mencoba keluar dari kaerangkengnya