Repelita [Jakarta] - Polemik terkait keabsahan arsip akademik milik mantan kepala negara kembali mencuat di ruang publik setelah sejumlah pihak meragukan keaslian dokumen kelulusannya.
Sorotan tajam sempat diarahkan pada penggunaan jenis huruf tertentu pada bagian sampul karya ilmiah yang dinilai tidak lazim pada masanya.
ADVERTISEMENT
Pihak otoritas kampus pendidikan tinggi negeri tersebut secara tegas membantah berbagai spekulasi miring yang beredar luas di tengah masyarakat.
Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Sigit Sunarta, menyatakan bahwa spesifikasi visual dokumen masa lampau harus dinilai berdasarkan konteks zamannya.
Pemanfaatan jasa penyedia percetakan komersial di sekitar kawasan kampus merupakan praktik lumrah yang lazim digunakan oleh para mahasiswa era tersebut.
"Bahkan di sekitaran kampus UGM itu sudah ada percetakan seperti Prima dan Sanur yang menyediakan jasa cetak sampul skripsi," ujar Sigit, dikutip dari situs resmi UGM, Minggu, 16 Agustus 2026.
Bagian utama riset ilmiah yang mencapai puluhan halaman tersebut dipastikan diketik menggunakan mesin tik manual sesuai standar teknologi pengetikan masa itu.
Perbedaan format penomoran pada lembar kelulusan juga dijelaskan murni mengikuti kebijakan administratif fakultas yang berlaku pada masa kepesertaan yang bersangkutan.
“Nomor tersebut berdasarkan urutan nomor induk mahasiswa yang diluluskan dan ditambahkan FKT, singkatan dari nama fakultas,” jelasnya.
Status kemahasiswaan figur nomor satu ketujuh negeri ini dipastikan valid berdasarkan rekam jejak historis serta kesaksian rekan seangkatan semasa kuliah.
Keaktifan dalam organisasi mahasiswa serta proses penyelesaian tugas akhir menjadi bukti tak terbantahkan atas keaslian seluruh berkas kelulusan tersebut.
“Perlu diketahui ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli. Ia pernah kuliah di sini, teman satu angkatan beliau mengenal baik beliau, beliau aktif di kegiatan mahasiswa, beliau tercatat menempuh banyak mata kuliah, mengerjakan skripsi, sehingga ijazahnya pun dikeluarkan oleh UGM adalah asli,” tegasnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok