Repelita Washington DC - Jalan menuju kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran disebut kian terbuka lebar setelah Tehran dilaporkan bersedia menerima tuntutan utama Washington yang berkaitan dengan program nuklirnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa komunikasi dengan Iran dalam kurun waktu 24 jam terakhir berlangsung positif dan membuka peluang besar menuju pengakhiran konflik secara permanen.
ADVERTISEMENT
"Mereka ingin membuat kesepakatan. Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik selama 24 jam terakhir, dan sangat mungkin kami akan membuat kesepakatan," kata Trump di Ruang Oval pada Rabu, 6 Mei 2026.
Trump kembali menegaskan bahwa syarat mutlak dalam pembicaraan ini adalah Iran sama sekali tidak boleh memiliki senjata nuklir di bawah skenario apa pun.
"Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir, dan mereka tidak akan memilikinya, dan mereka telah menyetujuinya," ujar Trump dengan nada yakin.
Meskipun optimistis terhadap tercapainya kesepakatan, Trump tetap menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat masih menyimpan opsi militer di atas meja apabila proses negosiasi ini gagal membuahkan hasil.
"Jika mereka setuju, semuanya selesai, dan jika mereka tidak setuju, kita akan jatuhkan bom," tegasnya.
Dalam wawancara terpisah dengan stasiun televisi PBS, Trump mengungkapkan bahwa skema kesepakatan nantinya akan mencakup pemindahan stok uranium yang telah diperkaya milik Iran ke wilayah Amerika Serikat.
Selain itu, seluruh aktivitas di fasilitas nuklir bawah tanah milik Tehran juga harus dihentikan total sesuai dengan rancangan kesepakatan tersebut.
Trump juga membantah keras laporan-laporan yang menyebut Iran masih diberi ruang untuk melakukan pengayaan uranium hingga batas 3,67 persen.
Menurutnya, klausul seperti itu sama sekali tidak termasuk dalam kerangka negosiasi yang sedang berlangsung saat ini.
Sementara itu di Tehran, pemerintah Iran menyatakan bahwa proposal yang diajukan Amerika Serikat melalui mediasi Pakistan masih berada dalam tahap peninjauan internal.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa keputusan resmi dari Tehran akan diumumkan setelah seluruh proses evaluasi selesai dilakukan.
Media semi-resmi Iran, ISNA, turut menulis bahwa sebagian laporan media Amerika terkait detail kesepakatan masih bersifat spekulatif dan belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.
Iran disebut tetap memprioritaskan upaya untuk mengakhiri perang secara menyeluruh daripada terburu-buru menyetujui klausul yang belum jelas.
Di sisi lain, media Axios melaporkan bahwa Washington dan Tehran semakin mendekati kesepakatan awal untuk menghentikan konflik sekaligus membuka jalan menuju negosiasi nuklir yang lebih luas dalam tahap berikutnya.
Laporan itu menyebut bahwa Amerika Serikat sedang menunggu respons Iran terhadap sejumlah poin kunci dalam waktu 48 jam ke depan.
Dalam draf kesepakatan yang tengah dibahas, Iran disebut akan bersedia menghentikan sementara seluruh kegiatan pengayaan uranium.
Sebagai imbalannya, Amerika Serikat bakal melonggarkan sanksi secara bertahap serta membuka akses terhadap dana Iran yang sebelumnya dibekukan senilai miliaran dolar.
Kesepakatan itu juga mencakup pembahasan tentang pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz serta pelonggaran pembatasan maritim antara kedua negara.
Adapun durasi masa moratorium atau penghentian pengayaan uranium masih menjadi perdebatan sengit di antara kedua belah pihak.
Iran dikabarkan mengusulkan masa penghentian selama lima tahun, sementara Amerika Serikat menginginkan durasi yang jauh lebih panjang hingga 20 tahun.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok