Berita, Internasional

Trump Pecat Seluruh Dewan Sains Nasional AS, Ilmuwan Kecam Langkah Gila

Repelita.net

28 April 2026 22:41 WIB • 955 view

Trump Pecat Seluruh Dewan Sains Nasional AS, Ilmuwan Kecam Langkah Gila
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memamerkan tangan besinya dengan memecat seluruh anggota Dewan Sains Nasional (National Science Board), lembaga yang selama ini memegang kendali kebijakan bagi Yayasan Sains Nasional (NSF).

Langkah radikal ini menjadi babak baru dari aksi restrukturisasi besar-besaran yang digelorakan Gedung Putih di berbagai lembaga federal.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Trump telah melakukan langkah serupa dengan memangkas Departemen Pendidikan dan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) secara signifikan.

Pemecatan massal di tubuh NSB ini pun dilakukan tanpa alasan yang mendetail, hanya berdasarkan surat singkat pemberitahuan.

Roger Beachy, salah satu anggota dewan yang didepak, mengaku sangat terkejut dengan cara pemberhentian yang terkesan kasar dan tidak profesional.

Profesor biologi emeritus di Washington University ini mengungkapkan bahwa dirinya hanya menerima pesan singkat berisi ucapan terima kasih atas pengabdiannya selama ini.

"Email pemberhentian itu sangat singkat dan langsung ke intinya," ujar Beachy sebagaimana dikutip dari Al Jazeera pada Selasa, 28 April 2026.

Aksi bersih-bersih di lembaga sains ini diduga kuat berkaitan dengan upaya penghematan anggaran besar-besaran yang dicanangkan oleh Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE).

Lembaga baru yang sempat dipimpin oleh miliarder teknologi Elon Musk tersebut memang telah menargetkan NSF sejak tahun lalu sebagai bagian dari efisiensi fiskal.

Tercatat, dalam upaya pemangkasan biaya tahun lalu, pemerintahan Trump telah membatalkan atau menghentikan lebih dari 1.600 hibah penelitian NSF.

Nilai hibah yang dibatalkan tersebut tidak main-main, mencapai hampir 1 miliar dolar Amerika Serikat.

Padahal, NSF yang didirikan sejak tahun 1950 merupakan lembaga independen yang menjadi tulang punggung penelitian ilmiah di Amerika Serikat.

Pada tahun 2025 saja, lembaga ini menggelontorkan dana lebih dari 8 miliar dolar AS untuk berbagai riset dan pendidikan sains.

Keputusan kontroversial Trump ini pun memicu reaksi keras dan kecaman dari anggota parlemen di Capitol Hill.

Anggota parlemen dari Partai Demokrat mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai ancaman nyata bagi masa depan inovasi Amerika Serikat.

"Ini adalah langkah bodoh terbaru yang dilakukan oleh seorang presiden yang terus merugikan sains dan inovasi AS," tegas Zoe Lofgren, anggota senior komite sains Dewan Perwakilan Rakyat AS.

Lofgren mengkhawatirkan bahwa Trump akan mengisi posisi kosong di NSB dengan para loyalis politiknya yang tidak memiliki kompetensi di bidang sains.

"Akankah presiden mengisi NSB dengan loyalis MAGA yang tidak akan menentangnya saat ia menyerahkan kepemimpinan kita di bidang sains kepada musuh-musuh kita?" imbuhnya dengan nada tajam.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih maupun NSF belum memberikan komentar resmi terkait pemecatan massal tersebut.

Roger Beachy menekankan bahwa selama ini dukungan terhadap NSF selalu bersifat bipartisan, baik dari sisi hukum maupun alokasi anggaran.

Ia berharap dewan baru yang akan ditunjuk nantinya tetap memegang teguh prinsip profesionalisme dan bukan sekadar kepentingan partisan semata.

"Jika dukungan bipartisan itu terus berlanjut, kita bisa lebih optimis terhadap masa depan dunia sains AS. Namun, saat ini masih terlalu dini untuk memprediksi dampaknya dalam jangka panjang," pungkas Beachy dengan nada was-was.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung