Berita, Ekonomi

Rupiah Anjlok Tembus Rp18.108 Per Dolar Menkeu Suahasil Tuai Kritik Usai Mengaku Nyaman

Repelita.net

27 October 2026 00:32 WIB • 102 view

Rupiah Anjlok Tembus Rp18.108 Per Dolar Menkeu Suahasil Tuai Kritik Usai Mengaku Nyaman
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Dinamika nilai tukar mata uang dalam negeri sedang berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan setelah performa mata uang Garuda dilaporkan melemah tajam secara signifikan di pasar keuangan global.

ADVERTISEMENT

Pergerakan nilai tukar rupiah terpantau merosot sangat drastis hingga menyentuh level psikologis baru yang dinilai menjadi salah satu catatan performa harian kurang memuaskan bagi perekonomian nasional.

Informasi mengenai kemerosotan nilai tukar mata uang domestik yang hampir mencetak rekor terburuk tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @totalalpha.id.

Berdasarkan data grafik pergerakan pasar keuangan terupdate yang dirilis secara berkala pada hari Senin, 26 Oktober 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat merosot hingga menembus angka Rp18.108.

Melihat kondisi darurat tersebut, publik dikejutkan oleh pernyataan responsif dari Menteri Keuangan Suahasil yang dinilai kurang sensitif terhadap beban ekonomi masyarakat kecil yang terdampak langsung.

Sang bendahara negara justru melontarkan sebuah pengakuan kontroversial dengan menyatakan bahwa dirinya berada dalam posisi yang tidak terganggu atas pelemahan nilai tukar yang tengah berlangsung.

"saya nyaman" dengan kondisi itu. Saat ditanya soal nilai wajar Rupiah, jawabannya: tanya saja ke Bank Indonesia.

Pernyataan dari pucuk pimpinan kementerian keuangan tersebut sontak memicu gelombang kritik tajam dari para netizen di jejaring sosial yang menilai adanya sikap pengabaian tanggung jawab dari birokrasi.

Masyarakat menyayangkan sikap otoritas keuangan yang terkesan melempar bola tanggung jawab koordinasi kebijakan stabilitas nilai tukar secara sepihak kepada pihak bank sentral selaku otoritas moneter.

Kondisi kontras ini memperlihatkan realitas di mana penurunan nilai mata uang secara otomatis menjelma menjadi beban ekonomi yang sangat berat untuk dipikul oleh seluruh lapisan rakyat.

Sementara di sisi lain, jajaran pejabat tinggi negara yang menduduki posisi strategis di wilayah birokrasi pemerintahan justru mengekspresikan rasa tenang tanpa adanya beban kebijakan konkrit.

Reaksi negatif serta kekecewaan yang mendalam dari khalayak luas atas kinerja menteri keuangan turut tergambar jelas lewat komentar tertulis dari salah seorang pengguna internet di kolom balasan.

"Luar biasa kerjanya pembantu rakyat ini ..." tulis akun @riskyagungs dalam unggahannya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah strategis lanjutan dari kementerian terkait guna meredam laju pelemahan nilai tukar demi mengamankan daya beli masyarakat dari ancaman inflasi barang impor.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung