Berita, Internasional

Trump Akui Frustrasi soal Netanyahu: Tanpa Saya Tak Akan Ada Israel

Repelita.net

17 June 2026 00:04 WIB • 1,123 view

Trump Akui Frustrasi soal Netanyahu: Tanpa Saya Tak Akan Ada Israel
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Donald Trump melayangkan kecaman terhadap taktik militer Israel yang terus menekan Lebanon.

Mantan presiden Amerika Serikat tersebut menyoroti dampak destruktif dari operasi yang menyasar Hizbullah.

ADVERTISEMENT

“Anda tidak perlu merobohkan gedung apartemen setiap kali Anda mencari seseorang karena ada banyak orang di gedung-gedung apartemen itu – dan mereka tidak semuanya anggota Hizbullah,” tutur Trump pada Selasa (16/6/2026).

Ia menyarankan agar Israel menyerahkan tanggung jawab penanganan Hizbullah kepada pihak Suriah.

“Saya menyarankan kepada Israel untuk membiarkan Suriah menangani Hizbullah karena jujur ​​saja, saya pikir mereka akan melakukan pekerjaan lebih baik,” ungkapnya.

Di tengah perbedaan pandangan, Trump menegaskan posisi Amerika sebagai penopang utama eksistensi negara Israel.

Ia bahkan mengklaim bahwa pencapaian strategis tersebut tidak mungkin terjadi di bawah kendali pemimpin AS lain.

“Tanpa saya, tidak akan ada Israel, karena tidak ada presiden lain yang bersedia melakukan apa yang saya lakukan,” tegasnya.

Meski demikian, Trump mengaku masih menjaga komunikasi dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Ia mendesak agar pemimpin Israel tersebut bertindak lebih bijak dan bertanggung jawab terkait situasi di Lebanon.

Relasi keduanya memang dikenal cukup dinamis dan beberapa kali diwarnai ketegangan melalui komunikasi telepon.

Dalam sebuah perdebatan, Trump dilaporkan sempat kehilangan kesabaran dan menyebut Netanyahu sebagai sosok yang sangat gila.

Selain masalah Lebanon, Trump juga menuding Israel sebagai hambatan dalam proses negosiasi perjanjian dengan Iran.

Terkait isu nuklir, Trump menegaskan bahwa Teheran dilarang memiliki senjata nuklir dengan ancaman konsekuensi serius.

“Perjanjian ini adalah tembok penghalang menuju senjata nuklir,” jelasnya saat membandingkan kebijakan era Obama.

Ia mengkritik kebijakan pemerintahan sebelumnya yang dianggap membiarkan Iran melangkah menuju kepemilikan senjata pemusnah massal.

“Satu-satunya hal yang benar-benar penting bagi saya adalah Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, dan mereka mengatakannya dengan lantang dan jelas,” ucap Trump.

Ia memperingatkan adanya malapetaka yang menanti Iran jika mereka tetap berupaya memiliki senjata nuklir.

Pihak Iran sendiri berkali-kali membantah tuduhan tersebut dan menekankan bahwa program nuklir mereka bertujuan damai.(*).

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung