Berita, Internasional

Tentara Israel Kembali Tangkap Dua WNI Misi Kemanusiaan Gaza Total 7 Relawan Diculik Zionis

Repelita.net

19 May 2026 21:01 WIB • 797 view

Tentara Israel Kembali Tangkap Dua WNI Misi Kemanusiaan Gaza Total  7 Relawan Diculik Zionis
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Badan kemanusiaan global peace convoy indonesia mengabarkan adanya penambahan jumlah relawan domestik yang ditahan secara paksa oleh angkatan bersenjata zionis saat mengikuti pelayaran bantuan internasional.

Tindakan penahanan sepihak di perairan lepas tersebut membuat jumlah manifes warga negara indonesia yang dideportasi atau dikuasai oleh otoritas pertahanan asing kini bertambah secara signifikan.

ADVERTISEMENT

"Dua WNI kembali diculik oleh Zionis Israel," ucap Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026).

Adapun para aktivis kemanusiaan baru yang dilaporkan dicegat di tengah laut lepas tersebut diidentifikasi bernama Herman Budianto Sudarsono bersama jajaran rekannya yakni Ronggo Wirasanu.

Keduanya tengah mengawal logistik darurat menuju wilayah konflik gaza dengan menumpangi armada laut zapyro sebelum akhirnya komunikasi dengan kapal tersebut dilaporkan terputus total.

Dari total keseluruhan delegasi sipil nusantara yang ikut serta dalam misi pelayaran solidaritas jilid dua ini mayoritas di antaranya kini dilaporkan berada dalam penguasaan militer asing.

Saat ini tercatat hanya menyisakan dua orang relawan saja yang posisinya dikonfirmasi masih terus berlayar mengarungi rute laut menuju target pelabuhan evakuasi dengan menumpangi kapal kasr-1.

Sebelum terjadinya insiden penadangan terbaru hari ini pihak pemantau konflik juga telah mendeteksi penangkapan gelombang pertama terhadap lima warga negara indonesia pada awal pekan kemarin.

Para sukarelawan yang dicegat pada operasi hari senin tersebut masing-masing tersebar di beberapa armada pengangkut logistik yang berbeda mulai dari kapal ozgurluk, kapal josef, hingga kapal boralize.

Merespons kedaruratan yang menimpa warga sipil di zona konflik luar negeri jajaran kementerian luar negeri menegaskan bahwa eskalasi di area perairan tersebut masih bergejolak tinggi dan dinamis.

“Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI terkait akan terus memantau perkembangan situasi, melakukan verifikasi posisi dan kondisi para WNI, serta menyiapkan langkah-langkah pelindungan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Yvonne dalam keterangannya.

Guna mempercepat proses evakuasi serta memastikan keselamatan seluruh sandera jajaran birokrasi penasehat luar negeri kini bergerak cepat menggalang komunikasi intensif dengan berbagai kedutaan besar terdekat.

Langkah taktis kedutaan tersebut difokuskan pada simpul diplomasi di sekitar wilayah timur tengah serta kawasan eropa selatan guna mendesak pembebasan seluruh warga negara indonesia secepatnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung