Berita, Timur Tengah

Teheran Bantah Kolaps, Ghalibaf Pimpin Negosiasi Lawan AS

Repelita.net

29 April 2026 21:33 WIB • 794 view

Teheran Bantah Kolaps, Ghalibaf Pimpin Negosiasi Lawan AS
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Pemerintah Iran akhirnya buka suara menanggapi pernyataan keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berkoar-koar bahwa kepemimpinan di Teheran sedang berada di ambang keruntuhan total akibat perang.

Wakil ketua Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran melalui kantor berita Tasnim pada Rabu, 29 April 2026, menegaskan bahwa seluruh proses perundingan dengan Amerika Serikat tetap berjalan di bawah arahan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei.

ADVERTISEMENT

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Ketua Parlemen Mohammad Baqer Ghalibaf secara langsung turun tangan memimpin jalannya negosiasi diplomatik di tengah kebuntuan yang terjadi.

Ghalibaf dalam beberapa pekan terakhir muncul sebagai tokoh kunci dalam pengambilan keputusan strategis Iran di masa perang, baik di bidang militer maupun diplomasi.

Sosoknya menjadi sorotan setelah Trump sebelumnya disebut-sebut memandang Ghalibaf sebagai calon pemimpin masa depan Iran pasca konflik, meskipun klaim itu tidak pernah dikonfirmasi.

Namun justru Ghalibaf dikenal paling vokal dalam melontarkan ancaman dan ultimatum keras terhadap Amerika Serikat jika terus menggempur wilayah Iran.

Pernyataan Teheran ini sekaligus merespons pernyataan Trump di Truth Social pada Selasa, 28 April 2026, bahwa Iran telah mengaku berada dalam "kondisi kolaps" dan meminta AS membuka Selat Hormuz.

"Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam 'kondisi kolaps'. Mereka ingin kami 'membuka Selat Hormuz' secepat mungkin, sementara mereka berusaha menyelesaikan persoalan kepemimpinan mereka," tulis Trump dengan nada percaya diri.

Pernyataan Trump itu muncul di tengah spekulasi bahwa ia tidak puas dengan proposal Iran yang ingin mengesampingkan pembicaraan nuklir dan hanya fokus pada Selat Hormuz terlebih dahulu.

Publik internasional pun mulai mempertanyakan keberadaan fisik Mojtaba Khamenei yang belum pernah muncul sejak menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu.

Ali Khamenei dilaporkan tewas bersama sejumlah anggota keluarga dalam serangan gabungan di awal pecahnya konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Laporan intelijen dari berbagai negara bahkan menyebutkan bahwa Mojtaba Khamenei saat ini berada dalam kondisi kritis akibat luka parah yang dideritanya dalam serangan yang sama.

Meskipun demikian, pemerintah Iran bersikukuh bahwa rantai komando kepemimpinan tetap berjalan normal dan negosiasi dapat dilanjutkan kapan saja jika AS menunjukkan itikad baik.

Di sisi lain, Trump kini tengah dikejar tenggat waktu berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Perang 1973 yang mewajibkannya meminta persetujuan Kongres sebelum 1 Mei 2026 untuk melanjutkan operasi militer ke Iran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung