Berita, Nasional

Tangisan dan Amarah Ibu Korban Keracunan MBG di Karo Seketika Bungkam Kepala BGN

Repelita.net

17 August 2026 22:03 WIB • 338 view

Tangisan dan Amarah Ibu Korban Keracunan MBG di Karo Seketika Bungkam Kepala BGN
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Gelombang amarah seorang ibu memuncak saat mendapati buah hatinya terbaring sakit akibat dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis di Rumah Sakit Efarina, Berastagi, Kabupaten Karo pada Minggu (16/8/2026).

Momen dramatis tersebut terjadi ketika Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono tengah melangsungkan peninjauan langsung terhadap para korban.

ADVERTISEMENT

Mantan wartawan Rosadi Jamani menilai amarah tersebut meletup akibat naluri seorang ibu yang terbakar emosi dan tak mampu lagi membendung Isak tangis di hadapan pejabat negara.

Suara bergetar sang wali murid meluncur deras menuntut kepastian atas keselamatan jiwa anaknya.

Perempuan tersebut membeberkan bahwa anaknya yang mengecap pendidikan di SMAN 1 Berastagi mendadak mengalami sesak napas sejak Kamis.

Setelah menjalani perawatan selama tiga hari di RS Amanda, kondisi kesehatan siswa tersebut kembali melorot dengan gejala mual serta gatal-gatal hingga dirujuk ke RS Efarina.

Pertanyaan mendasar mengenai jenis makanan yang dikonsumsi anaknya dilontarkan sang ibu guna menuntut pertanggungjawaban penuh.

Ia menegaskan bahwa sekadar ucapan permohonan maaf tidak akan pernah sanggup memulihkan kondisi kesehatan anaknya.

Menurut pandangan Rosadi Jamani, kunjungan pejabat tersebut seketika berubah menjadi suasana penuh tekanan emosional tanpa sekat birokrasi karena seorang ibu sedang ketakutan kehilangan hal paling berharga.

Guncangan krisis kesehatan ini berdampak luas dengan perkiraan korban mencapai 256 hingga 361 pelajar dari berbagai sekolah di wilayah Berastagi dan Kabupaten Karo usai mengonsumsi menu MBG pada Kamis (13/8/2026).

Menanggapi bencana tersebut, BGN mengambil langkah tegas dengan mencopot Kepala SPPG terkait serta menyegel fasilitas dapur operasional.

Pihak lembaga berjanji membeberkan hasil penyelidikan secara terbuka dengan dugaan awal akibat penanganan bahan ikan yang tidak disimpan di ruang pendingin selama belasan jam.

Rosadi Jamani turut menyinggung riak publik atas pernyataan Bupati Karo Antonius Ginting sebelumnya yang sempat menyebut kondisi ratusan anak yang dirawat bukan hal mengkhawatirkan dan menilai situasi tersebut sebagai berita baik.

Pernyataan pimpinan daerah tersebut dinilai layaknya humor salah alamat di tengah ratusan pelajar yang mengalami mual, muntah, lemas, hingga gejala berat lainnya.

Ketegangan di rumah sakit tersebut memperlihatkan betapa besarnya tuntutan kepastian dari orang tua murid yang tidak butuh janji evaluasi formal semata.

Rosadi Jamani menggarisbawahi bahwa di hadapan seorang ibu yang berjuang demi keselamatan anaknya, jabatan setinggi apa pun dapat mendadak kehilangan taji dan suaranya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung