Repelita [Jakarta] - Pihak kerabat dekat membantah klaim keliru yang disampaikan kepala negara perihal profesi serta besaran upah seorang ibu rumah tangga asal Bogor yang sempat menjadi perbincangan publik.
Wanita paruh baya bernama Susanah tersebut sejatinya bukan buruh pengupas bawang dengan bayaran fantastis, melainkan pekerja harian di dapur program layanan gizi serta penjahit kain perca.
ADVERTISEMENT
Keluarga mengaku kaget dan bingung ketika mendengar pidato resmi kenegaraan yang menyebut nominal upah tidak masuk akal untuk pekerjaan mengupas bawang.
"Itu tidak benar. Ibu Susanah itu bekerja di MBG, dan juga penjahit kain majun [kain perca, red] dengan harga 700 perak per kilo. Itu tidak benar kalau dia pengupas bawang dengan harga 700 ribu per kilo, itu tidak benar," kata Wina ketika ditemui jurnalis di kediaman Susanah, Minggu, 16 Agustus 2026.
Pendapatan harian dari menjahit kain sisa potongan tekstil tersebut dihitung berdasarkan berat kiloan dengan tarif ratusan rupiah per kilogram.
Rutinitas harian warga Cileungsi itu terbagi menjadi dua pekerjaan demi menopang ekonomi keluarga di tengah keterbatasan finansial bersama suaminya yang bekerja sebagai kuli bangunan.
Pada pagi hari ia menghabiskan waktu menyelesaikan jahitan kain lap, sementara siang harinya bergeser ke fasilitas dapur umum untuk mencuci perlengkapan makan program gizi.
Meski diterpa himpitan ekonomi dan sempat diundang menghadiri rangkaian perayaan hari kemerdekaan di ibu kota, pihak keluarga memastikan keseharian mereka tetap berjalan sederhana. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok