Berita, Nasional

Survei IPO: Prabowo belum aman dari kejaran KDM dan Anies

Repelita.net

08 August 2026 15:13 WIB • 477 view

Survei IPO: Prabowo belum aman dari kejaran KDM dan Anies
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Hasil riset terbaru dari lembaga survei Indonesia Political Opinion menempatkan kepala negara petahana di puncak daftar keterpilihan publik.

Temuan tersebut tertuang dalam dokumen evaluasi yang memetakan stabilitas sosial politik serta arah kebijakan publik nasional saat ini.

ADVERTISEMENT

Direktur Eksekutif lembaga riset terkait, Dedi Kurnia Syah, menyampaikan temuan tersebut berdasarkan metode pengujian langsung di tengah masyarakat.

"Dalam simulasi terbuka, responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas," katanya melalui layanan pesan, Sabtu (8/8).

Angka dukungan yang dikantongi sang pemimpin nasional dalam pengujian bebas tanpa batasan tercatat mencapai angka dua puluh tiga koma empat persen.

Meskipun memegang peringkat pertama, perolehan suara tersebut terpaut tipis dari sejumlah tokoh politik potensial lain yang turut masuk bursa.

"Ya, memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain," kata Dedi.

Posisi kedua ditempati oleh kepala daerah tingkat provinsi di Pulau Jawa dengan perolehan dukungan menyentuh angka dua puluh satu koma tujuh persen.

Sementara itu, figur politisi lain yang pernah memimpin ibu kota negara menyusul ketat pada urutan berikutnya dengan raihan sebelas koma lima persen.

Analis politik tersebut mengingatkan bahwa posisi puncak saat ini masih rentan tersusul apabila kinerja pemerintahan gagal memuaskan ekspektasi warga.

"Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik, jika semua program Presiden diterima dan mendapat penilaian baik, akan menjadi lebih bagi Presiden Prabowo untuk kembali memenangi kontestasi di periode keduanya," ujar Dedi.

Deretan tokoh lain yang turut meramaikan bursa elektabilitas mencakup ketua umum partai politik hingga beberapa menteri kabinet aktif.

Kendati unggul pada metode terbuka, dinamika berbeda justru terlihat ketika lembaga survei menerapkan metode simulasi sepuluh nama.

Pada skema pengujian terbatas tersebut, posisi teratas beralih kepada kepala daerah asal Jawa Barat dengan raihan dua puluh sembilan koma lima persen.

Sedangkan petahana nasional berada tepat di bawahnya dengan perolehan angka sembilan belas persen pada simulasi sepuluh tokoh tersebut.

Pengumpulan data jajak pendapat ini melibatkan ribuan responden yang tersebar luas menggunakan teknik penarikan sampel acak bertingkat.

Seluruh rangkaian riset lapangan tersebut diselenggarakan sepanjang akhir Juli hingga awal Agustus dengan tingkat toleransi kesalahan terukur.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung