Repelita Teheran - Presiden Iran Masoud Pezeshkian melayangkan surat terbuka kepada masyarakat Amerika Serikat dengan judul retoris Perang untuk siapa?, mendesak publik AS untuk melihat melampaui banjir distorsi dan narasi yang dibuat-buat serta mempertanyakan kepentingan siapa yang sebenarnya dilayani oleh perang AS-Israel terhadap Iran.
“Pertama, kepentingan rakyat Amerika mana yang benar-benar dilayani oleh perang ini? Apakah pembantaian anak-anak tak berdosa, penghancuran fasilitas farmasi pengobatan kanker, atau membual tentang membom sebuah negara hingga kembali ke zaman batu memiliki tujuan lain selain semakin merusak reputasi global Amerika Serikat?” tulis Pezeshkian dalam surat setebal empat halaman yang dibagikan oleh stasiun televisi pemerintah Iran PressTV pada Rabu (1/4/2026).
ADVERTISEMENT
Pezeshkian juga menolak penggambaran Teheran sebagai ancaman dan menegaskan bahwa Iran telah dua kali diserang saat para negosiatornya ikut serta dalam pembicaraan nuklir multilateral, pertama ketika Israel melancarkan perang 12 hari pada Juni 2025 dan sekali lagi pada akhir Februari 2026.
Dalam suratnya, presiden Iran juga mempertanyakan apakah pemerintahan Trump dimanipulasi oleh sekutu utama AS di Timur Tengah yaitu Israel dalam melancarkan perang melawan Iran pada 28 Februari 2026.
“Bukankah juga benar bahwa Amerika telah memasuki agresi ini sebagai proksi untuk Israel, dipengaruhi dan dimanipulasi oleh rezim tersebut?” kata Pezeshkian.
Ia juga bertanya apakah dengan membuat ancaman Iran, Israel berupaya mengalihkan perhatian global dari kejahatannya terhadap Palestina.
“Bukankah sudah jelas bahwa Israel sekarang bertujuan untuk memerangi Iran hingga tentara Amerika terakhir dan uang pajak Amerika terakhir — mengalihkan beban khayalannya kepada Iran, kawasan tersebut, dan Amerika Serikat sendiri dalam mengejar kepentingan yang tidak sah?” tulisnya.
Presiden Iran juga menekankan bahwa Iran tidak memiliki permusuhan terhadap negara lain atau rakyat Amerika, dan menegaskan bahwa negaranya mempertahankan hak untuk membela diri dari serangan AS-Israel.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok