Berita, Nasional

Suma UI Tuai Kontroversi Usai Unggah Konten Pride Month, Rektor UI Lakukan Investigasi Mendalam

Repelita.net

14 June 2026 15:58 WIB • 783 view

Suma UI Tuai Kontroversi Usai Unggah Konten Pride Month, Rektor UI Lakukan Investigasi Mendalam
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Unggahan konten oleh akun media sosial Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (Suma UI) yang mengangkat isu perlindungan bagi komunitas LGBTQ memicu protes keras publik di dunia maya.

Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermawan, menegaskan bahwa saat ini tengah melakukan penelusuran mendalam untuk mendalami persoalan tersebut.

ADVERTISEMENT

Sedang diinvestigasi untuk pencarian fakta, ujar Heri saat dimintai konfirmasi, Sabtu, 13 Juni 2026.

Konten tersebut menuai sorotan karena mengangkat tema Pride Month dengan tekanan perjuangan kelompok queer terhadap stigma serta diskriminasi yang masih terjadi di masyarakat.

Suma UI dalam narasi yang diunggahnya juga menyertakan data mengenai berbagai kasus kekerasan berbasis identitas gender dan orientasi seksual sepanjang tiga tahun terakhir.

Selain itu, pihak pengelola akun juga menyoroti adanya penolakan terhadap kampanye anti-kekerasan seksual di lingkungan kampus yang sempat menyebutkan aksi perusakan atribut.

Kasus intimidasi di institusi pendidikan lainnya, seperti dugaan persekusi terhadap mahasiswa di Politeknik Negeri Jakarta, juga menjadi bagian dari pembahasan dalam unggahan itu.

Pihak Suma UI juga memasukkan relevansi nilai-nilai kemanusiaan dalam sila kedua Pancasila dalam melihat realitas persekusi yang masih dialami oleh kelompok minoritas tersebut.

"Mungkin ada satu pertanyaan yang layak kita renungkan saat membuka Pride Month ini: masih adakah kebencian dalam rasa kemanusiaanmu?" tulis akun @suma_ui dalam unggahannya.

Sontak narasi tersebut mengundang gelombang kecaman dari warganet, dengan puluhan ribu komentar membanjiri kolom diskusi pada unggahan yang dimaksud.

Tokoh publik dan pendakwah, Felix Siauw, turut memberikan tanggapan singkat melalui kolom komentar dengan menuliskan:

"Antek-antek (pemikiran) asing sebenarnya,".

Hingga kini, pihak birokrasi kampus masih merahasiakan langkah lanjutan dan belum memberikan keterangan resmi terkait sanksi atau hasil dari proses investigasi yang sedang berjalan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung