Repelita [Jakarta] - Kasus korupsi yang menyeret mantan petinggi Badan Gizi Nasional memicu reaksi keras dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga.
Melalui akun Instagram resmi mereka https://www.instagram.com/bem_unair pada 3 Juni 2026, mahasiswa meluncurkan petisi daring di laman Change.org untuk menghentikan program Makan Bergizi Gratis.
ADVERTISEMENT
Kami memohon dukungan Anda.
Dengan menandatangani petisi ini, kita bisa membuat perubahan dan membangun Indonesia yang lebih baik, tulis BEM Unair dalam takarir unggahannya.
Langkah ini diambil guna mendorong kesadaran masyarakat mengenai berbagai permasalahan yang menyelimuti program prioritas pemerintah tersebut.
Selain dugaan praktik rasuah, BEM Unair menyoroti catatan buruk berupa insiden keracunan yang dialami ribuan siswa di sejumlah daerah.
Pihak mahasiswa menilai pemerintah cenderung abai dan hanya memandang kasus kesehatan tersebut sebagai deretan angka statistik belaka.
Kritik tajam juga diarahkan pada aspek efisiensi anggaran yang dianggap tidak tepat sasaran dan berpotensi menjadi ajang pemborosan baru bagi APBN.
Ketua BEM Unair, Rizqi Senja, menegaskan bahwa desakan penghentian ini merupakan bentuk keresahan atas tidak optimalnya hasil program bagi masyarakat.
Berdasarkan pantauan per Minggu, 8 Juni 2026, seruan mahasiswa tersebut mendapat dukungan luas di media sosial dengan capaian lebih dari 144 ribu reaksi suka dan ribuan komentar. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok