Berita, Nasional

Soal Isu Rusuh Agustus 2026, Rocky Gerung Tepis Isu Darurat Militer Dan Sebut Prabowo Tak Akan Korbankan Reputasi Sipil Demi Kekuasaan Absolut

Repelita.net

08 August 2026 23:26 WIB • 303 view

Soal Isu Rusuh Agustus 2026, Rocky Gerung Tepis Isu Darurat Militer Dan Sebut Prabowo Tak Akan Korbankan Reputasi Sipil Demi Kekuasaan Absolut
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Isu mengenai ancaman kecamuk kerusuhan massal hingga penetapan kondisi darurat militer sepanjang Agustus belakangan memicu kekhawatiran publik serta pelaku ekonomi.

Pengamat politik Rocky Gerung membantah spekulasi tersebut lantaran Presiden Prabowo Subianto dianggap tidak memiliki urgensi untuk mengambil langkah otoriter yang berisiko merusak citranya.

ADVERTISEMENT

Transformasi identitas dari sosok mantan jenderal militer menjadi pimpinan sipil legitimate merupakan investasi politik berharga yang sedang dijaga oleh sang kepala negara.

Pengambilalihan kekuasaan secara absolut lewat instrumen militer dinilai hanya akan menjadi sebuah kerugian besar bagi reputasi kepemimpinan sipil yang telah dibangun.

"Sekarang dia adalah pemimpin sipil dan dia sudah punya reputasi internasional. Enggak mungkin dia tukar tambahkan itu dengan ambisi (darurat militer) itu," jelas Rocky.

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan peristiwa reformasi era terdahulu tatkala Prabowo sejatinya memiliki kendali komando pasukan yang sangat solid di tangannya.

Ketidakmauan mengambil alih kekuasaan pada masa kritis tersebut menjadi bukti bahwa dampak buruk penggunaan instrumen militer terhadap tatanan bangsa sangat dipahami.

"Psikologi basic psychology dari Prabowo sebagai komandan yang punya potensi lakukan itu, dia enggak lakukan," kata Rocky.

Ia turut menyoroti kemunculan kecemasan kolektif masyarakat yang sengaja ditiupkan oleh pihak tertentu untuk menciptakan kegoyahan situasi nasional.

Salah satu target pembentukan opini tersebut menyasar gerakan mahasiswa serta barisan kelembagaan kampus agar terdorong melancarkan aksi demonstrasi besar-besaran.

Kalangan terpelajar diyakini sudah semakin jeli dalam memetakan konstelasi politik sehingga tidak akan mudah terjebak menjadi alat kepentingan elite.

"Mereka tahu bahwa mereka lagi dipancing untuk jadi martir di atas perkelahian dua tokoh utama di sekitar Prabowo," tutur Rocky dalam kanal YouTube Total Politik pada 5 Agustus 2026.

Masyarakat diimbau tetap bersikap kritis terhadap berbagai rumor destruktif agar situasi keamanan nasional tetap terjaga kondusif.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung