Berita, Internasional

Skandal Korupsi Donasi Kuil Thailand Seret Wanita Bernama Sika Ae Usai Polisi Tangkap Eks Pimpinan Kuil Wat Phutthaisawan

Repelita.net

13 September 2026 23:46 WIB • 536 view

Skandal Korupsi Donasi Kuil Thailand Seret Wanita Bernama Sika Ae Usai Polisi Tangkap Eks Pimpinan Kuil Wat Phutthaisawan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tindakan penegakan hukum terhadap mantan pimpinan Kuil Wat Phutthaisawan bernama Phra Wachirayan atau Luang Pho Atichot oleh kepolisian Thailand pada hari Kamis, 10 September 2026, memicu perhatian luas publik internasional.

Skandal besar yang mencuat ke permukaan ini berkaitan erat dengan dugaan tindak pidana penggelapan serta pencucian uang dana donasi keagamaan dengan nominal melampaui angka 92 juta baht.

ADVERTISEMENT

Kasus hukum tersebut turut menyeret seorang wanita berumur 47 tahun bernama Punyavee Roengruang yang dikenal luas oleh masyarakat setempat dengan sebutan panggilan akrab Sika Ae.

Perempuan tersebut diduga kuat memegang peranan vital sebagai pihak penampung sekaligus pengalih kepemilikan berbagai aset berharga yang bersumber dari hasil kejahatan sang oknum pemuka agama.

Tim penyidik kepolisian langsung bergerak cepat melakukan penggeledahan di kediaman pribadi Punyavee yang berlokasi di kawasan Khlong Si, Kabupaten Pathum Thani, guna mencari barang bukti.

Operasi penggeledahan di tempat tersebut membuahkan hasil masif berupa sitaan tumpukan benda berharga tinggi, uang tunai dalam jumlah besar, hingga dokumen kepemilikan aset finansial.

Seluruh material barang bukti yang berhasil diamankan oleh aparat penegak hukum meliputi logam mulia berupa emas batangan dan perhiasan seberat 90 baht emas yang ditaksir bernilai sekitar 6,03 juta baht.

Selain itu, petugas juga menyita sebanyak 35 buah benda keagamaan yang terbuat dari bahan emas murni, uang tunai senilai 3,59 juta baht, serta dua lembar sertifikat tanah resmi.

Berkas penunjang keuangan lain yang turut disita mencakup tujuh buah buku tabungan bank, delapan belas lembar dokumen investasi, serta bundel surat transaksi jual beli emas.

Berdasarkan hasil analisa sementara yang dilakukan oleh satuan penyidik, aliran dana dari kuil tersebut sengaja tidak dicatatkan ke dalam sistem pembukuan resmi lembaga keagamaan.

Uang dalam jumlah fantastis itu justru dialirkan secara bertahap kepada Punyavee dengan tujuan untuk mengaburkan jejak asal-usul perolehan dana kejahatan tersebut.

Skema penyamaran kekayaan haram itu dijalankan melalui beberapa metode terencana seperti pembelian aset fisik bernilai tinggi, instrumen investasi, serta akuisisi properti lahan tanah.

Langkah taktis tersebut sengaja dipilih guna mempersulit proses pelacakan aliran dana ilegal yang dilakukan oleh otoritas perbankan maupun lembaga penegak hukum yang berwenang.

Mengacu pada ketentuan hukum keagamaan yang berlaku di Thailand, Phra Wachirayan diwajibkan menanggalkan jubah kebhikkhuannya sebelum menjalani proses pemeriksaan intensif di kantor kepolisian.

Ia secara resmi melepaskan status keagamaannya dan kini berposisi sebagai warga sipil biasa untuk mempertanggungjawabkan perbuatan dugaan penyalahgunaan wewenang serta pencucian uang.

Demi menjaga kelangsungan kegiatan peribadatan umat, otoritas keagamaan wilayah Ayutthaya menunjuk seorang biksu senior lain guna mengemban tugas sebagai pelaksana tugas kepala kuil.

Meskipun barang bukti yang ditemukan di kediaman Punyavee tergolong sangat masif, pihak kepolisian memastikan bahwa status yang bersangkutan masih sebatas menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Seluruh rangkaian tuduhan hukum tersebut tetap harus melalui koridor pembuktian yang adil dan transparan di dalam proses peradilan persidangan formal.

Peristiwa hukum ini menambah daftar panjang noda hitam yang mencoreng institusi keagamaan di Thailand akibat ulah oknum pemuka agama dalam kurun waktu terakhir.

Pemerintah setempat lantas mengimbau masyarakat luas agar senantiasa bersikap objektif serta tidak melakukan generalisasi negatif terhadap institusi kebhikkhuan secara keseluruhan.

Aparat kepolisian menegaskan bahwa pengembangan penyelidikan guna menelusuri aliran dana ratusan juta baht tersebut akan terus digeber hingga tuntas ke akar-akarnya tanpa pandang bulu. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung