Berita, Nasional

Selain SBY, Ini Daftar Kepala Negara yang Pernah Jadi Target Penyadapan Intelijen Foreign

Repelita.net

03 November 2026 18:11 WIB • 103 view

Selain SBY, Ini Daftar Kepala Negara yang Pernah Jadi Target Penyadapan Intelijen Foreign
Foto: Istimewa

Daftar Pemimpin Dunia yang Pernah Menjadi Sasaran Penyadapan Intelijen

Repelita Jakarta - Isu dugaan penyadapan komunikasi pimpinan negara kembali menyita perhatian publik seiring beredarnya kabar penangkapan sejumlah jenderal kepolisian yang dikaitkan dengan aksi penyadapan.

ADVERTISEMENT

Hingga saat ini, institusi kepolisian belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kebenaran kabar pengamanan para perwira tinggi tersebut.

Praktik pengintaian dan penyadapan terhadap komunikasi kepala negara pada dasarnya merupakan fenomena yang pernah melanda berbagai belahan dunia.

Sejumlah pemimpin negara ternama tercatat pernah menjadi target pemantauan rahasia oleh badan intelijen asing hingga memicu ketegangan diplomatik antarnegara.

Salah satu peristiwa besar yang pernah mengguncang Indonesia adalah kasus penyadapan terhadap Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) oleh instansi intelijen Australia pada 2009.

Berdasarkan bocoran dokumen rahasia mantan kontraktor NSA Edward Snowden yang dipublikasikan media internasional pada 18 November 2013, ponsel pribadi SBY sempat dipantau selama 15 hari pada Agustus 2009.

Badan intelijen Australia bernama Defence Signals Directorate (DSD) dilaporkan berusaha menyadap percakapan SBY, meski gagal memperoleh isi pembicaraan karena durasi panggilan yang terlalu singkat.

Target pemantauan intelijen Australia saat itu tidak cuma menyasar SBY, melainkan turut mengintai Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Sejumlah pejabat penting pemerintah Indonesia juga masuk dalam radar pemantauan, termasuk Wakil Presiden Boediono serta mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Kasus serupa yang melibatkan badan intelijen asing juga pernah melanda Jerman pada tahun 2013 lalu.

Badan intelijen Amerika Serikat, National Security Agency (NSA), diduga kuat memantau aktivitas telepon seluler milik Kanselir Jerman Angela Merkel.

Skandal tersebut memicu ketegangan diplomatik serius hingga membuat Merkel menelepon langsung Presiden Barack Obama untuk meminta klarifikasi resmi.

Pemerintah Jerman menegaskan bahwa aksi penyadapan terhadap komunikasi pimpinan negara sekutu merupakan perbuatan yang sama sekali tidak dapat diterima.

Langkah pengintaian oleh intelijen Amerika Serikat juga pernah menyasar negara Prancis pada kurun waktu 2006 hingga 2012.

Dokumen yang dibocorkan WikiLeaks pada Juni 2015 membongkar dugaan penyadapan NSA terhadap tiga Presiden Prancis, yakni Jacques Chirac, Nicolas Sarkozy, dan François Hollande.

Selain Prancis, Presiden Brasil Dilma Rousseff turut menjadi sasaran pemantauan komunikasi oleh agen intelijen Amerika Serikat.

Pengungkapan kasus pada 2013 tersebut dibeberkan lebih rinci oleh WikiLeaks dua tahun kemudian melalui publikasi 29 nomor telepon pemerintah Brasil yang disadap, termasuk milik Rousseff.

Dampak dari pembongkaran skandal penyadapan tersebut membuat Rousseff mengambil sikap tegas dengan membatalkan agenda kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada 2013.

Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama juga pernah menjadi korban aksi pemantauan komunikasi oleh pihak asing.

Laporan media internasional pada Januari 2026 mengungkapkan klaim bahwa badan intelijen luar negeri Jerman, BND, pernah memantau komunikasi telepon dari pesawat kepresidenan Air Force One.

Pemantauan terhadap komunikasi Obama tersebut dilaporkan terjadi secara tidak sengaja akibat saluran telepon yang tidak terenkripsi dengan aman.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung