Repelita Jakarta - Gelombang pengusut internal di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia kini tengah menyita perhatian publik usai merebaknya rumor tindakan penindakan terhadap deretan perwira tinggi.
Operasi penertiban ini disinyalir berkaitan erat dengan dugaan praktik pengintaian ilegal dan penyadapan komunikasi yang menyasar para pimpinan puncak pemerintahan.
ADVERTISEMENT
Sosok perwira tinggi yang mendadak diseret ke publik yaitu seorang jenderal aktif berpangkat bintang empat berinisial L yang ditugaskan dalam lingkaran Istana Negara.
Tindakan penertiban oleh tim Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri dikabarkan berlangsung pada Selasa, 3 November 2026 dini hari dalam rentang waktu antara pukul 01.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB.
Penggerebekan rahasia tersebut dieksekusi berlandaskan temuan intelijen internal yang mendeteksi pergerakan ilegal berupa intersepsi sinyal terhadap sejumlah pejabat strategis.
Sejumlah nama penting yang dilaporkan menjadi sasaran pemantauan tanpa izin tersebut mencakup Presiden Prabowo Subianto serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Pusat kendali operasional penyadapan rahasia tersebut disinyalir bertempat di sebuah hunian mewah Kompleks Widya Chandra, kawasan pemukiman para pejabat tinggi di Jakarta.
Perwira berpangkat Inspektur Jenderal berinisial AS disebut-sebut bertindak selaku komandan lapangan yang menggerakkan rantai instruksi intersepsi tersebut.
Dalam menjalankan misinya, sosok Irjen AS diduga merangkul jaringan internal yang melibatkan perwira berpangkat Komisaris Besar, personel bawahan, hingga jenderal senior.
Jaringan penyuplai ini disinyalir terhubung dengan lingkaran perwira tinggi Mabes Polri, baik yang masih menduduki posisi aktif maupun yang sudah purna tugas.
Beberapa nama perwira yang terseret dalam pusaran ini antara lain jenderal bintang empat L serta dua perwira tinggi bintang dua berinisial EH dan NS.
Dalam penyergapan di rumah dinas kawasan Widya Chandra, tim Divpropam mengamankan Irjen AS, Irjen EH, NS, serta perwira berpangkat Kombes berinisial FR.
Aparat juga meringkus empat personel Polri berpangkat bintara serta seorang praktisi hukum berinisial MR yang berada di lokasi penindakan.
Di sisi lain, jenderal bintang empat berinisial L dikabarkan diamankan dalam rangkaian operasi terpisah pasca rombongan awal digiring ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.
Meski sempat diproses, sosok jenderal bintang empat tersebut belakangan dilaporkan telah dilepaskan kembali usai menjalani pemeriksaan singkat.
Hingga saat ini, kejelasan identitas asli jenderal bintang empat L tersebut masih belum diumumkan secara terbuka oleh pihak berwenang.
Mabes Polri sendiri masih enggan membeberkan secara rinci duduk perkara kasus pengintaian yang mengguncang internal kepolisian tersebut.
Saat dicecar oleh awak media di Gedung Bareskrim Polri pada Selasa, 3 November 2026, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir hanya memberikan tanggapan diplomatis.
Isir memilih tidak memberikan konfirmasi mutlak maupun bantahan resmi atas kabar pengamanan perwira tinggi tersebut.
“Saya paham rekan-rekan lagi… Nanti ada saatnya, ya. Mungkin ndak lama lagi, ya,” ujar Isir sambil tersenyum kepada wartawan di lokasi.
Informasi internal menyebutkan bahwa penindakan tegas ini berfokus pada pelanggaran keamanan tingkat tinggi serta perlindungan sistem komunikasi pejabat negara.
Publik hingga kini masih menantikan konferensi pers resmi dari pimpinan Mabes Polri untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kasus penyadapan ini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok