Berita, Nasional

Sebut Sayembara Denny Indrayana Merendahkan Gelar Profesor, Heru Subagia Tantang Balik dengan Imbalan Rp250 Juta

Repelita.net

09 August 2026 19:43 WIB • 652 view

Sebut Sayembara Denny Indrayana Merendahkan Gelar Profesor, Heru Subagia Tantang Balik dengan Imbalan Rp250 Juta
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Langkah pakar hukum tata negara Denny Indrayana yang menggelar sayembara senilai Rp100 juta untuk pembuktian dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memicu perlawanan terbuka.

Pengamat politik Heru Subagia secara tegas melayangkan tantangan balik dengan menyiapkan imbalan finansial yang jauh lebih besar yakni senilai Rp250 juta.

ADVERTISEMENT

Inisiatif tersebut diambil Heru lantaran menilai manuver yang dilancarkan Denny sarat akan agenda politik tertentu untuk memojokkan posisi Gibran.

"Sangat menarik untuk menanggapi tawaran 100 juta bagi Gibran jika menunjukkan ijazah sma-nya yang dilakukan Deni Indrayana laki-laki profesor ini kembali dan mencoba mengeksplotasi Gibran dan ijazahnya," ujar Heru pada Minggu (9/8/2026).

Langkah pembuktian diminta dilakukan secara jujur guna menyingkap kaitan antara serangan tersebut dengan melejitnya popularitas Gibran di papan atas bursa kepemimpinan nasional.

"Saya tidak main-main juga untuk memberikan tantangan kepada Profesor Deni indranya Indrayana untuk mengatakan jujur sejujur-jujurnya apakah aksi yang ditujukan langsung ke Gibran tidak ada hubungannya dengan isu viralnya Gibran menjadi salah satu capres paling populer," tukasnya.

Heru turut mempertanyakan potensi keberadaan sokongan serta dorongan dari pihak eksternal di balik aksi pembukaan sengketa ijazah tersebut.

"Yang kedua apakah bakso dan tujuan Gibran terus diserang dan dijungkir balikkan melalui fakta-fakta yang seolah-olah anda bergelar Profesor dalam bidang tata negara hukum dan sebagainya," timpalnya.

Dana segar siap digelontorkan dari tabungan pribadinya jika mantan pejabat kementerian itu sanggup menjawab dua poin krusial yang diajukan.

"Tidak ada hubungannya dengan dukungan atau juga pendanaan dari pihak-pihak lain jika sampai yang bisa membuktikan tidak ada keterlibatan dua hal yang tadi saya sampaikan saya akan memberi hadiah 250 juta," tegasnya.

Kepastian ketersediaan dana simpanan langsung disampaikan agar proses transfer dapat dimulaikan sewaktu-waktu tantangan tersebut terpenuhi.

"Silahkan segera buktikan dan hubungi saya bilamana tuntutan atau tantangan saya dua poin di atas bisa dijawab dengan sebenar-benarnya uang cash sudah ada di tabungan siap untuk ditransfer ke Deni Indrayana," imbuhnya.

Besaran nominal yang dipatok dalam sayembara Denny dinilai sangat rendah serta dianggap mencederai kredibilitas keilmuan seorang akademisi.

"Indrayana terlalu ceroboh dan mengecilkan dan juga merendahkan gelar Profesor ya ketika portofolio untuk memaksakan Gibran menunjukkan ijazahnya itu dengan iming-iming hadiah hanya 100 juta," bebernya.

Pendekatan tersebut dipandang menggambarkan kerapuhan argumentasi intelektual dalam menyusun konstruksi kritik terhadap pejabat publik.

"Terjadi kekosongan intelektual, sebuah ruangan materi nilai yang dibangunnya tersebut justru merendahkan gelar seorang Professor," timpalnya.

Sorotan tajam diberikan lantaran tindakan itu dinilai berimbas langsung pada kehormatan gelar akademis yang disandangnya.

"Portofolio Intelektual hangus terbakar oleh kebodohan dan kecerobohan cara berfikir dan dan penjelasannnya."

"Miris sekali, hadiah 100 juta telah menghabisi label Intelektual dan gelar akademiknya," tandasnya.

Kedalaman substansi perdebatan yang dibangun dinilai hanya sebanding dengan besaran uang yang ditawarkan dalam sayembara tersebut.

"Kesimpulannnya, hasil berpikir dan dialektika Deni Indrayana tentang bagaimana menyerang Gibran melalui ijazah SMA nya kurang lebih nilainya hanya seharga 100 juta dan nilai keseluruhan integritas Sang Profesor sangat rendah sekali," kuncinya.

Sebelumnya, Denny merilis sayembara terbuka berhadiah Rp100 juta bagi siapa saja yang dapat memperlihatkan bukti fisik ijazah SMA milik Gibran.

Dirinya bersedia menghentikan desakan pengunduran diri apabila bukti autentik dokumen tingkat menengah tersebut berhasil ditunjukkan kepada publik.

"Sayembara Rp100 juta untuk Ijazah SMA Gibran," ujar Denny pada Minggu (9/8/2026).

Pernyataan tersebut ditegaskan sebagai landasan utama dalam menentukan arah langkah politiknya ke depan.

"Jika Mas Wapres bjsa menunjukkan ijazah asli sma atau sederajat, saya berhenti meminta Gibran mundur," ucap dia.

Tuntutan untuk mundur dari tampuk kepemimpinan nasional tetap disuarakan apabila pihak terkait tidak mampu memperlihatkan dokumen asli dimaksud.

"Sebaliknya, jika Mas Wapres tidak bisa tunjukkan, Gibran wajib legowo mundur," tukasnya.

Masyarakat umum turut dilibatkan dalam pencarian dokumen dengan janji pemberian imbalan tunai bagi yang berhasil menemukannya.

"Siapapun yang bisa menunjukkan ijazah asli SMA atau sederajat Mas Gibran, akan saya beri hadiah 100 juta Rupiah," tandasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (1)

B
Bambang Tingharto.KH 10/08/2026

Sebetulnya bagi yang mampu berpikir waras, semua itu tidak perlu dibuktikan karena dari data di KPU saja sudah tersaji bahwa GRR Sang Wapres RI periode 2024 - 2029 hanya punya surket dari Diknas. Jadi tidak perlu diperdebatkan lagi bahwa dia memang tidak punya ijazah SMA atau sederajat. Terus yang bilang bahwa GRR itu salah satu kandidat kuat capres 2029 - 2034, adalah dapat dipastikan itu hanya kelompok termul dan kaum penjilat alias pengkhianat kobstitusi RI ... TITIK.

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung