Berita, Nasional

Said Didu Sebut Ekonomi Indonesia Alami Pertumbuhan Benjol Akibat Jeratan Utang Bunga Tinggi

Repelita.net

11 May 2026 13:13 WIB • 727 view

Said Didu Sebut Ekonomi Indonesia Alami Pertumbuhan Benjol Akibat Jeratan Utang Bunga Tinggi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, melemparkan kritik pedas terhadap kondisi perekonomian nasional melalui akun media sosial X pribadinya @msaid_didu pada tanggal 10 Mei 2026 pukul 9.57 PM.

Dalam unggahannya yang memancing perdebatan luas tersebut, ia menganalogikan pertumbuhan ekonomi saat ini layaknya sebuah keluarga yang tampak makmur namun fondasi keuangannya sangat rapuh karena bergantung pada pinjaman.

ADVERTISEMENT

Said Didu menuliskan secara rinci melalui akun @msaid_didu bahwa "Ada keluarga yg dinyatakan terjadi pertumbuhan ekonomi cukup tinggi (5,61%) karena diukur dari pengeluaran keluarga tersebut. Pengeluaran yg menyolok antara lain menyiapkan makanan gratis, membangun banyak gerai toko, beli mobil dan motor dll. Setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata sumber dana untuk belanja tersebut berasal dari utang yg bunganya tinggi dan harus dibayar. Ini namanya pertumbuhan benjol."

Pernyataan tersebut segera disambut oleh netizen lainnya yang memiliki kekhawatiran serupa, termasuk akun @Legislator75 yang memberikan data tambahan mengenai keganjilan anggaran negara dalam postingan pada 10 Mei 2026.

Melalui akun @Legislator75, ia menegaskan pandangannya dengan menuliskan Pengeluaran negara 21,81% itu anomali banget yg biasanya rata2 4persenan, apalgi jelas ini MBG dan kopdes dananya dari utang dan tidak menstimulan kompen C dn I, Tunggu aja meletupnya setelah Q berikutnya..

Reaksi keras juga datang dari pengguna lain seperti akun @Babang84033088 yang mengkritik keras prioritas belanja pemerintah saat ini dengan menyebutkan rejim omon omon mana tau itu Om, akibat kebanyakan makan MBG lucnut dan mentri bencong.

Kritik bernada sindiran juga disampaikan oleh akun @Gibbssonnp yang menyamakan kondisi negara dengan situasi sosial di masyarakat bawah dengan mencuitkan Ibarat keluarga kurang mampu buat hajatan mewah biar kelihatan orang berada , padahal biaya hajatan dari hutang 🤣

Di sisi lain, keraguan terhadap keaslian data ekonomi yang disajikan oleh instansi terkait muncul dari akun @waktanyoe yang memposting pendapatnya pada 10 Mei 2026 dengan tulisan Pertumbuhan ekonomi kita minus Namun rezim gunakan data fiktif dari @bps_statistics yang sejak 2014 memproduksi data sesuai keinginan rezim

Persoalan mengenai dampak akumulasi utang terhadap hak-hak rakyat kecil dan kedaulatan lahan turut ditegaskan oleh akun @ade_rusmaya yang mempertanyakan kebanggaan publik dengan menulis Hutang numpuk SDA dikuras hingga lahan rakyat dirampok.... Apakah anda msih bangga dng emerintahn kemarin n skrg???

Gelombang ketidakpuasan di platform digital ini menunjukkan adanya jurang pemisah yang lebar antara klaim keberhasilan angka statistik ekonomi dengan realitas beban hidup yang dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung