Berita, Nasional

Said Didu Bongkar Kepatuhan Oligarki Indonesia kepada Singapura dan Praktik Sogok Pejabat

Repelita.net

31 October 2026 14:00 WIB • 58 view

Said Didu Bongkar Kepatuhan Oligarki Indonesia kepada Singapura dan Praktik Sogok Pejabat
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Hubungan ekonomi politik internasional antara Indonesia dan negara tetangga terdekat kembali memanas menyusul dinamika kebijakan kedaulatan yang semakin meruncing.

ADVERTISEMENT

Sorotan tajam tersebut disampaikan secara kritis dalam dialog mendalam di kanal YouTube forumkeadilanTV yang disiarkan ke publik baru-baru ini.

Mantan Staf Khusus Menteri ESDM Muhammad Said Didu mengungkapkan pandangan mendalam mengenai potret kedaulatan nasional yang dinilai kerap ditekan oleh kepentingan pihak asing.

Dalam pemaparannya, Muhammad Said Didu menyoroti kepatuhan sekelompok pengusaha besar tanah air yang tampak lebih tunduk kepada otoritas luar negeri ketimbang pemerintahan domestik.

"Singapura tuh merampok ke Indonesia atas kebijakan dibikin oleh pemerintah Indonesia mereka patuh sekali datang menghadap pejabat Singapura pernah enggak pejabat Indonesia bisa memanggil dia Menariknya adalah yang membeli juga ini adalah perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia yang punya kantor pusat di Singapura itulah sepertinya wajah-wajah kemarin yang menemui menteri-menteri Singapura iya i yang wajahnya kita enggak pernah tahu di Indonesia orang-orang itu ini menunjukkan bahwa oligarki Indonesia sangat takut kepada Singapura tapi dia sangat tidak takut kepada pejabat Indonesia karena dia tahu harga pejabat Indonesia kalau ini ditertibkan maka ekonomi Singapura langsung" kata Muhammad Said Didu selaku narasumber utama.

Menurut pandangan tokoh kritis tersebut, ketakutan terbesar dari pihak seberang muncul apabila penegakan hukum di tanah air berjalan secara konsisten, bersih, dan tanpa kompromi.

Ia memaparkan sebuah rekam jejak pengalaman personal masa lalu di mana dirinya pernah didepak secara mendadak saat mempertahankan formula perhitungan anggaran yang dinilai merugikan negara.

"datang jam 11.30 malam salah satu mengko mengusir saya oh supaya saya diduk pergi saya malam itu diusir jadi Singapura" tutur Muhammad Said Didu menceritakan intervensi kepentingan perdagangan masa lalu.

Melalui perbincangan yang dipandu oleh sejarawan Indra J Piliang itu, terungkap pula optimisme terhadap ketegasan kepemimpinan nasional dalam menertibkan tata kelola sumber daya alam strategis.

Langkah berani penertiban berbagai sektor strategis ekonomi dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tengah bergerak menuju kemandirian penuh tanpa bisa didikte oleh pihak mana pun.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung