Repelita Jakarta - Pimpinan dewan perwakilan rakyat mengonfirmasi agenda kedatangan kepala negara dalam sidang utama parlemen yang dijadwalkan berlangsung pada esok hari guna memaparkan postur keuangan negara ke depan.
Langkah ini dirancang agar pucuk pimpinan eksekutif dapat menguraikan secara komprehensif mengenai peta jalan ketahanan ekonomi makro serta arah kebijakan anggaran belanja yang akan ditempuh pemerintah.
ADVERTISEMENT
“Ya, rencananya seperti itu ya. Jadi, untuk penyampaian kerangka ekonomi makro, terus juga pokok-pokok kebijakan fiskal yang akan disampaikan langsung oleh Presiden,” katanya, di Kompleks Parlemen, Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 19/5.
Kehadiran langsung sang kepala negara dalam pemaparan nota keuangan ini menorehkan catatan sejarah baru sebagai momentum perdana seorang presiden memimpin langsung penyampaian instrumen fiskal di podium paripurna.
“Ya, yang saya tahu ya,” ujarnya mengonfirmasi keaslian catatan seremonial kenegaraan tersebut di hadapan para awak media yang bertugas di gedung parlemen.
Langkah intervensi anggaran ini menjadi sangat krusial bagi pemerintah dalam menyelaraskan distribusi pendapatan dan belanja guna memitigasi risiko inflasi pasar serta membuka lapangan kerja baru demi menekan pengangguran.
Di tengah persiapan agenda strategis kenegaraan tersebut kondisi stabilitas nilai tukar rupiah terpantau mengalami tekanan koreksi yang cukup tajam terhadap pergerakan mata uang utama global pada pertengahan pekan ini.
Berdasarkan pencatatan resmi otoritas moneter tertinggi perbankan domestik pada hari selasa ini posisi pelepasan komoditas dolar berada pada level belasan ribu rupiah sedangkan nilai beli tertahan di batas bawah.
Sejalan dengan merosotnya posisi nilai tukar pergerakan harga komoditas logam mulia batangan di sejumlah gerai perdagangan juga dilaporkan kompak mengalami penurunan nominal yang cukup merata di semua varian.
Untuk produk cetakan mandiri ukuran satu gram kini ditawarkan dengan harga jutaan rupiah atau terpangkas beberapa ribu dari nilai perdagangan pada sesi sebelumnya yang sempat bertengger di posisi tinggi.
Sementara untuk varian produk cetakan bumn sektor pertambangan juga mengalami penyusutan tipis dari posisi kemarin di mana komoditas simpanan tersebut kini bertengger pada nominal jutaan rupiah per gram.
Penurunan nilai beli ini turut berimbas pada produk alternatif lain seperti cetakan swasta serta varian retro yang seluruhnya kompak terdepresiasi beberapa ribu rupiah mengikuti pergerakan lesu pasar komoditas harian.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok