Berita, Nasional

Rumah Penulis Ahmad Bahar Digeruduk Ormas GRIB Jaya Buntut Konten Kritik Terhadap Hercules?

Repelita.net

19 May 2026 12:04 WIB • 671 view

Rumah Penulis Ahmad Bahar Digeruduk Ormas GRIB Jaya Buntut Konten Kritik Terhadap Hercules?
Foto: Istimewa

Repelita Depok - Kediaman seorang sastrawan sekaligus aktivis jagat maya, Ahmad Bahar, yang berlokasi di kawasan Cimanggis, Depok, dilaporkan sempat didatangi oleh belasan oknum yang diduga kuat merupakan simpatisan dari organisasi kemasyarakatan GRIB Jaya pada Minggu siang.

"Di rumah cuma ada anak-anak saya, mereka nyari suami saya enggak ada, akhirnya anak saya dipaksa ikut biar suami saya nemuin Hercules di markasnya. Yang dicari Pak Ahmad, terus sampai anak saya dibawa itu untuk jadi sandera kalau Pak Ahmad belum nemuin mereka," ujar Yenni, dikutip Selasa (19/5/2026).

ADVERTISEMENT

Insiden penggerudukan yang terjadi sekitar pukul dua siang tersebut berlangsung ketika pemilik rumah sedang melakukan perjalanan ke luar kota guna menyerahkan karya tulisnya kepada Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, sehingga di dalam bangunan tersebut hanya menyisakan anak-anak serta sang ibu mertua yang tengah terkulai sakit.

Lantaran target utama yang dicari tidak berada di lokasi, kelompok massa tersebut akhirnya membawa anak perempuan sulungnya yang berinisial F menuju kantor pusat dewan pimpinan pusat organisasi tersebut di Jakarta Barat, sebuah tindakan yang dinilai keluarga sebagai upaya penahanan sepihak agar sang ayah bersedia menemui pimpinan tertinggi mereka, Rosario de Marshall.

Gesekan ini disinyalir kuat berakar dari sebuah rekaman video opini yang diunggah melalui akun media sosial pribadi milik korban, di mana dalam tayangan tersebut ia melayangkan kritik tajam terhadap sikap pimpinan ormas tersebut yang dinilai kurang elok kepada menteri senior Amien Rais.

Tensi ketegangan kian memuncak karena para anggota organisasi kemasyarakatan itu juga menuding adanya pengiriman pesan teks berisi ancaman serta klip rekayasa digital dari nomor kontak korban yang diarahkan kepada keluarga inti pimpinan mereka, meskipun sang pegiat media sosial telah membela diri bahwa jaringan komunikasinya telah diretas oleh pihak asing.

Selama berada di dalam fasilitas milik kelompok tersebut, anak perempuan korban dipaksa menjalani sesi interogasi secara langsung selama setengah jam, sebuah pengalaman yang diakui pihak keluarga telah memicu tekanan mental tersendiri bagi yang bersangkutan apalagi peristiwa kelam itu bertepatan dengan momen hari kelahirannya.

Di sisi lain, juru bicara barisan pemuda tersebut memberikan pembelaan dengan menegaskan bahwa kehadiran mereka murni bertujuan untuk melakukan langkah klarifikasi secara kekeluargaan atas konten daring yang dituding bermuatan provokasi, sekaligus menyayangkan sikap subjek hukum yang dianggap tidak berani menghadapi masalah.

Aparat kepolisian dari Polres Metro Depok yang turun tangan mengawal jalannya mediasi menyatakan bahwa secara hukum formal tidak ditemukan adanya unsur penculikan berencana, melainkan sebuah aksi penjemputan sepihak demi memancing kehadiran figur yang tengah dicari oleh kelompok pemuda tersebut.

Perselisihan antar kedua belah pihak akhirnya menemui titik temu perdamaian setelah adanya intervensi dari tim penasihat hukum Muhammadiyah, yang berujung pada penandatanganan dokumen nota kesepakatan damai di atas kertas bermaterai pada Senin dini hari dengan komitmen penghapusan konten digital yang menjadi sumber konflik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung