Berita, Nasional

Roy Suryo Sebut Penyadapan terhadap Presiden Prabowo Menggunakan Perangkat Pegasus Asal Israel sebagai Tindakan Makar

Repelita.net

06 November 2026 16:55 WIB • 169 view

Roy Suryo Sebut Penyadapan terhadap Presiden Prabowo Menggunakan Perangkat Pegasus Asal Israel sebagai Tindakan Makar
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Skandal keamanan siber tingkat tinggi berupa intersepsi komunikasi tanpa izin yang membidik kepala negara kini dibedah secara komprehensif.

Pakar telematika nasional Roy Suryo memaparkan ulasan mendalam mengenai aspek teknis serta rentetan kronologi operasi spionase ilegal tersebut.

ADVERTISEMENT

Analisis hukum dan forensik digital ini disiarkan secara resmi melalui tayangan di kanal YouTube Roy Suryo Official pada Jumat (6/11/2026).

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut mengonfirmasi bahwa penanganan perkara hukum ini telah membuahkan hasil berupa penetapan figur tersangka utama.

Aparat penegak hukum secara resmi telah menjatuhkan status tersangka terhadap mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama dua jenderal lainnya.

Dua perwira tinggi kepolisian aktif yang turut terseret di dalam pusaran operasi siber gelap ini adalah Irjen ASN dan Irjen EHS.

Skenario perekaman data pembicaraan rahasia tersebut dinilai berjalan masif dalam rentang waktu yang cukup panjang dari tahun 2025 sampai 2026.

Setelah para oknum pimpinan tersebut melepas jabatan strukturalnya, aktivitas pemantauan siber ilegal dipindahkan ke sebuah rumah di kawasan Widya Chandra.

Roy Suryo menyebut tindakan perekaman data seluler yang menyasar Presiden Prabowo Subianto ini merupakan kategori kejahatan luar biasa atau makar.

Ia menyayangkan pemanfaatan fasilitas alat sadap berspesifikasi khusus milik negara yang dibeli dengan dana rakyat justru disalahgunakan untuk kepentingan politik.

Perangkat pemantau canggih tersebut diidentifikasi sebagai sistem spyware bernama Pegasus, yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi intelijen asal negara Israel.

Sistem ini memiliki kemampuan interseptasi mutakhir tanpa interaksi pengguna, serta dapat mengendalikan mikrofon dan kamera gawai secara jarak jauh.

"siapa yang memerintah kita sudah tahulah siapa orangnya ya geng itu ya yang kemudian membuat Citra Polri itu rusak ya" ucap Roy Suryo.

"citra Polri dibuat menjadi nama Parcok kasihan kepolisian Republik Indonesia gara-gara orang itu ya mantan itu si bekas itu ya" tambah Roy Suryo.

"kemudian poli jadi rusak ya relasi kekuasaan dengan mantan pejabat nah ini jelas banget lihat sekarang ini yang ditunggu-tunggu oleh" sebut Roy Suryo.

"masyarakat orang pernah kenal yang namanya Pegasus nah apa itu Pegasus pegasus itu adalah ee sebuah mitologi Yunani untuk kuda" keluh Roy Suryo.

"terbang nah gambarannya kayak gini jadi ini yang kemudian digunakan sebagai nama perangkat yang digunakan untuk menyadap kenapa enak banget" kata Roy Suryo.

"kan dikasih peralatan oleh negara dibelikan oleh rakyat digunakan untuk menyadap rakyat dan juga menyap ini makar betul dan ini" kecam Roy Suryo.

"persis sebenarnya apa yang pernah difilmkan judulnya enemy of the State nah ini Enemy of the State jadi menurut saya" jelas Roy Suryo.

"ini sudah jelas ya itu harus kemudian dilakukan apa pendidikan terus ke dalam dikejar terus sama akak-akarnya karena jangan sampai" harap Roy Suryo.

"kemudian dia terus melakukan upaya yang namanya kong kalikong apa itu kong kalikong nih nih kong kalong nih nah ini" papar Roy Suryo.

"jadi ada kong ada kalikong ini jelas itu politik saya dari Roy Channel official ya itu yang resmi yang asli" tutur Roy Suryo.

"ya gitu karena ada channel curiang sekali lagi itu Lex Politika Indonesia itu curiang" tutup Roy Suryo dalam videonya tersebut.

Pakar telematika ini mendesak pimpinan Korps Bhayangkara saat ini untuk mengusut tuntas keterlibatan aktor intelektual utama yang menjadi pengendali operasi.

Pengejaran terhadap rantai komando pengkhianatan siber ini dinilai penting guna mengembalikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap profesionalisme institusi penegak hukum.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung