Berita, Nasional

Rotasi Kapolri dan Reshuffle Kabinet Dimulai, Ali Noer Zaman Sebut Awal Bersih-Bersih Geng Solo

Repelita.net

02 October 2026 23:58 WIB • 73 view

Rotasi Kapolri dan Reshuffle Kabinet Dimulai, Ali Noer Zaman Sebut Awal Bersih-Bersih Geng Solo
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pergantian posisi Kepala Kepolisian Republik Indonesia dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada Komjen Polisi Suyudi Ario Seto dibaca sebagai indikasi awal pergeseran konfigurasi kekuasaan.

Dinamika politik tersebut terjadi di dalam jajaran pemerintahan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada periode saat ini.

ADVERTISEMENT

Direktur Riset IndoStrategi Research Intelligence, Ali Noer Zaman, membaca rotasi kepemimpinan tersebut sebagai penanda dimulainya proses pembersihan kekuatan tertentu.

Proses tersebut dinilai mulai berjalan secara perlahan melalui penyesuaian kewenangan strategis di lingkar pemerintahan.

Pergantian Kapolri merupakan indikasi dimulainya secara perlahan bersih bersih geng Solo. Hal itu dilakukan dengan memberi kewenangan yang lebih kecil pada Sigit Sulistyo. Ia diganti oleh Suyudi Ario Seto yang memiliki kedekatan dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, ungkap Ali kepada wartawan di Jakarta pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Pergantian pimpinan tertinggi korps bhayangkara tersebut dinilai tidak berdiri sendiri sebagai kebijakan tunggal.

Momentum tersebut berjalan beriringan dengan langkah perombakan kabinet yang turut mengubah sejumlah posisi strategis penting.

Sejumlah figur mengalami pergeseran posisi, termasuk penunjukan Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri.

Sementara itu, Bahlil Lahadalia mendapatkan posisi baru sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Energi di dalam jajaran kabinet.

Di sisi lain, Pratikno yang sebelumnya memegang jabatan sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tidak lagi menduduki kursi pemerintahan.

Penunjukan Arrmanatha Nasir dinilai membawa makna tersendiri bagi arah kebijakan luar negeri maupun dalam negeri ke depannya.

Penunjukan Armanatha Nasir bisa dimakna bahwa Kemenlu akan diberi peran lebih besar dalam diplomasi internasional sementara Prabowo kemungkinan akan memberi perhatian lebih banyak ke masalah dalam negeri. Prabowo tentunya akan mempersiapkan diri untuk pertarungan politik di pilpres 2029, kata Doktor Ilmu Politik Universitas Padjadjaran tersebut.

Pemberian posisi menteri koordinator kepada Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, turut dibaca memiliki dimensi politik yang kuat.

Langkah itu mencerminkan semakin eratnya jalinan relasi strategis antara Partai Golkar dengan Presiden Prabowo Subianto.

Kejutan dalam reshuffle ini adalah pemberian kursi menko ke Bahlil, menunjukkan semakin dekatnya relasi Golkar dan Prabowo, tuturnya menambahkan.

Keseluruhan rangkaian perubahan tersebut dipandang perlu dicermati sebagai bagian dari konsolidasi politik jangka panjang.

IndoStrategi Research Intelligence menilai perubahan di tubuh kepolisian dan kabinet tersebut perlu dicermati sebagai bagian dari dinamika pemerintahan sekaligus konsolidasi politik menuju 2029, tutupnya.

Proses pelantikan pejabat tinggi negara oleh Presiden Prabowo Subianto sendiri telah dilaksanakan pada Kamis sebelumnya, 1 Oktober 2026.

Adapun daftar lengkap pejabat yang dilantik meliputi Dudung Abdurachman sebagai Menkopolkam dan Bahlil Lahadalia sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM.

Selain itu terdapat Sugiono sebagai Menko PMK, Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian, serta Nurcholisoh Ibnu Aman dan Lucky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Posisi wakil menteri lainnya diisi oleh Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wamentan serta Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.

Mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kini menempati posisi baru sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan.

Komjen Dedi Prasetyo dilantik menjadi Kepala Badan Reformasi Agraria Nasional dan Drajad Wibowo menjabat Wakil Menteri Koordinator Perekonomian.

Posisi Menteri Luar Negeri diemban oleh Arrmanatha Nasir, didampingi Aryanto Wibowo sebagai Wakil Kepala BPKP.

Nuzran Joher dipercaya memimpin Ombudsman Republik Indonesia didampingi Radian Syam sebagai wakil ketua.

Terakhir, Muhammad Fadil Imran resmi dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung