Berita, Nasional

Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Ahmad Tsauri Sebut Idealisme Pengamat Bisa Raib Demi Kekuasaan

Repelita.net

02 October 2026 23:50 WIB • 83 view

Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Ahmad Tsauri Sebut Idealisme Pengamat Bisa Raib Demi Kekuasaan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Penunjukan pengamat politik Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden menuai sorotan tajam dari penulis dan analis kebijakan publik, Ahmad Tsauri.

Posisi baru tersebut dinilai seolah mengonfirmasi arah serta motor penggerak di balik narasi kritis yang selama ini disuarakan oleh Rocky Gerung.

ADVERTISEMENT

Fenomena figur seperti Rocky Gerung, Roy Suryo, hingga Denny Indrayana dinilai tidak terlepas dari dinamika serta kepentingan politik tertentu yang bermain di belakang layar.

Rocky Gerung jadi Wantimpres itu hanya mengonfirmasi siapa yang selama ini memberinya baterai dan amunisi bicara. Pun demikian dengan Roy Suryo dan Denny Indrayana, siapa yang menyetel dan siapa yang mendapat manfaatnya, ujar Ahmad Tsauri melalui unggahan di media sosialnya pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Manuver hukum Denny Indrayana di Mahkamah Konstitusi yang sedang berlangsung turut disoroti sebagai bagian strategi politik dua kaki yang menguntungkan posisi Prabowo Subianto.

Strategi tersebut dinilai bertujuan untuk mengikis pengaruh politik Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo, yang kekuatannya dinilai masih sangat dominan di tengah masyarakat.

Pengaruh Pak Jokowi di tengah masyarakat itu sangat kuat, super kuat. Citra buruknya seakan-akan hanya masif di media sosial saja. Jika gugatan Denny tidak menguntungkan Prabowo, hiruk-pikuk di MK pasti sudah terhenti sejak awal. Sekuat itu kekuasaan, tegasnya.

Konsistensi para kritikus turut dikritik tajam, di mana narasi akal sehat ala Rocky Gerung dinilai perlahan meredup setelah peta kekuasaan politik bergeser ke pemerintahan baru.

Setelah Prabowo duduk di kursi pemerintahan, kritik keras atas dasar akal sehat ala Rocky Gerung seolah hilang sendiri. Padahal, jika kebijakan infrastruktur, rekayasa demografi IKN, hingga kereta cepat di era Jokowi dianggap tidak masuk akal, kebijakan pemerintah saat ini justru dinilai jauh lebih ugal-ugalan, kritiknya.

Masyarakat diimbau agar tidak menelan mentah-mentah pandangan dari para pengamat maupun analis politik yang tampil menghiasi ruang publik demi menjaga kemandirian berpikir.

Rakyat harus bisa berpikir mandiri, jangan taklid kepada pengamat. Figur yang dulunya dikenal kritis dan independen saja idealismenya bisa raib, apalagi yang sejak lama disinyalir memiliki kedekatan dengan panggung politik kekuasaan, tuturnya.

Sebagai analis independen, posisi penegasan disampaikan secara tegas berdiri di atas kepentingan publik tanpa ada afiliasi apa pun dengan kelompok politik tertentu.

Saya mandiri, bukan Anak Abah apalagi marhaennya Bu Mega. Saya hanya bagian dari masyarakat yang sangat menyayangkan jika uang pajak rakyat dihambur-hamburkan untuk program dan penganggaran yang serampangan, pungkasnya.

Di sisi lain, penjelasan resmi disampaikan langsung oleh Rocky Gerung setelah dirinya resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Alasan gua menolak apa?, jawab Rocky saat ditanya oleh awak media mengenai alasan dirinya bersedia menerima posisi strategis di lembaga pertimbangan presiden tersebut.

Fungsi utama dari Dewan Pertimbangan Presiden ditegaskan bukan sekadar untuk melempar kritik kepada pemerintah, melainkan memberikan pertimbangan yang mendalam atas setiap kebijakan negara.

Dewan ini justru fungsinya kritis. Bukan kritik, ya beda tuh. Kritis terhadap kebijakan, tukas Rocky memberikan penjelasan kepada para wartawan usai pelantikan.

Setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dinilai memiliki potensi untuk melahirkan beragam persepsi yang berbeda-beda di tengah kehidupan masyarakat luas.

Karena itu, anggota Wantimpres memegang tanggung jawab besar untuk melihat suatu permasalahan secara komprehensif dari berbagai sisi sebelum menyampaikan pertimbangan kepada Presiden.

Kenapa harus kritis? Karena pasti ada persepsi negatif, ada persepsi positif. Dua-duanya persepsi. Kan itu tugas dewan, terangnya menerangkan fungsi kelembagaan tersebut.

Kepekaan dalam membaca berbagai persoalan secara detail disebut sebagai kebutuhan utama bagi setiap anggota Wantimpres agar pertimbangan yang diberikan benar-benar akurat (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung