Repelita [Jakarta] - Pengamat politik, Ray Rangkuti, menyoroti fenomena ketidaktersentuhan jabatan pejabat di Badan Gizi Nasional, khususnya terkait sosok Irma Chaniago.
Dalam pengungkapannya, terdapat kejanggalan mengenai mengapa jabatan tersebut seolah-olah memiliki kekebalan khusus dari kritik maupun evaluasi.
ADVERTISEMENT
Ray mengungkapkan bahwa sejatinya pihak parlemen telah berulang kali melayangkan teguran dan koreksi terhadap kinerja yang bersangkutan.
Dia menyatakan, “DPR sudah berkali-kali mengkritik.”
Namun kritik-kritik yang disampaikan oleh anggota dewan tersebut tampaknya tidak membawa perubahan berarti atau tindakan tegas terhadap pejabat terkait.
Situasi ini memicu tanda tanya besar mengenai bagaimana mekanisme pengawasan dijalankan di lembaga strategi tersebut.
Ray mengungkapkan adanya kekuatan di luar norma birokrasi yang membuat posisi tersebut sulit untuk digoyang meskipun kinerjanya sering disampaikan.
Kejadian ini dinilai mencoreng akuntabilitas lembaga pemerintah yang seharusnya transparan dan terbuka terhadap evaluasi publik maupun legislatif.
Ia mendesak agar segera ada klarifikasi mengapa peringatan dari DPR cenderung diabaikan oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan pengambilan keputusan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok