Berita, Palestina

Putra Pemimpin Hamas Azzam al-Hayya Gugur dalam Serangan Israel di Gaza dan Komandan Elit Hizbullah Tewas di Beirut

Repelita.net

07 May 2026 21:34 WIB • 759 view

Putra Pemimpin Hamas Azzam al-Hayya Gugur dalam Serangan Israel di Gaza dan Komandan Elit Hizbullah Tewas di Beirut
Foto: Istimewa

Repelita Gaza - Serangan udara yang dilancarkan militer Israel di wilayah Kota Gaza dilaporkan telah merenggut nyawa Azzam Khalil al-Hayya yang merupakan putra dari tokoh kunci biro politik Hamas.

Informasi mengenai wafatnya putra Khalil al-Hayya tersebut diperoleh melalui laporan dari sumber medis di Rumah Sakit al-Shifa yang disampaikan kepada awak media internasional di lapangan.

ADVERTISEMENT

Sebelum kabar duka ini meluas pihak pimpinan Hamas sebenarnya telah memberikan konfirmasi awal bahwa sang putra memang mengalami luka-luka serius akibat gempuran yang terjadi di lokasi tersebut.

Basim Naim selaku pejabat berwenang di Hamas kemudian memberikan kepastian secara resmi bahwa Azzam al-Hayya telah gugur dalam insiden serangan udara militer Israel yang menghantam Kota Gaza.

Kematian Azzam menambah daftar panjang duka bagi Khalil al-Hayya karena ia merupakan putra keempat dari pemimpin yang kini berada di pengasingan yang tewas akibat operasi militer Israel.

Sosok al-Hayya yang diketahui memiliki tujuh orang anak ini tercatat telah berkali-kali menjadi sasaran upaya pembunuhan oleh intelijen Israel namun dirinya selalu berhasil selamat dari maut.

Pada tahun lalu sebuah operasi penargetan terhadap petinggi Hamas di Doha Qatar juga sempat menewaskan salah satu putranya meskipun sang ayah tidak berada di titik serangan tersebut.

Jauh sebelumnya dua putra al-Hayya lainnya juga telah dinyatakan gugur dalam rangkaian upaya pelenyapan dirinya yang dilakukan oleh militer Israel di Gaza pada periode tahun 2008 dan 2014 silam.

Di sisi lain militer Israel mengeluarkan pernyataan resmi mengenai keberhasilan mereka melumpuhkan Ahmad Balut yang dikenal sebagai komandan Unit Radwan elit milik kelompok Hizbullah.

Operasi militer yang menyasar pinggiran selatan Beirut pada hari Rabu tersebut diklaim telah mengakhiri kiprah sang komandan di dalam struktur kekuatan tempur kelompok perlawanan Lebanon tersebut.

Selain Ahmad Balut pihak Israel juga memberikan pengumuman mengenai tewasnya Muhammad Ali Bazzi yang menjabat sebagai kepala departemen intelijen Unit Nasser dalam serangan yang sama.

Daftar petinggi yang berhasil dieliminasi juga menyertakan nama Hussein Hassan Romani yang selama ini bertugas sebagai petugas pengamatan pertahanan udara di kesatuan Hizbullah di wilayah tersebut.

Kekuatan tempur Hizbullah sendiri diketahui terus berkembang pesat berkat adanya aliran sokongan dana serta bantuan persenjataan yang sangat substansial dari pemerintah Iran selama ini.

Sejarah mencatat bahwa Iran memegang peranan krusial sejak pembentukan awal kelompok ini pada tahun 1982 dan terus memberikan dukungan strategis dalam berbagai operasi militer selama beberapa dekade terakhir.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung