Berita, Nasional

Profesor Ferry Latuhihin Soroti Risiko Rupiah Melemah dan Pemborosan Anggaran Program MBG

Repelita.net

30 October 2026 22:06 WIB • 92 view

Profesor Ferry Latuhihin Soroti Risiko Rupiah Melemah dan Pemborosan Anggaran Program MBG
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Ekonom senior Profesor Ferry Latuhihin memberikan rilis analisis mendalam mengenai fluktuasi stabilitas nilai tukar rupiah dan pergerakan indeks harga saham gabungan domestik.

Pemaparan kritis mengenai outlook makroekonomi nasional tersebut disiarkan secara berkala melalui rekaman wawancara pada kanal YouTube forumkeadilanTV yang ditayangkan pada hari Jumat, 30 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

Melalui tayangan dialog ekonomi itu, Ferry Latuhihin mendeteksi terjadinya guncangan pasar modal yang dipicu oleh sentimen negatif dari lembaga pemeringkat internasional MSCI terkait wacana penurunan status bursa.

"Nah sampai sekarang kita lihat asing masih ketakutan dan boleh dibilang capital flight keeps rolling down the street ya masih terus terjadi sampai membuat rupiah itu terpuruk-puruk," sebut Ferry Latuhihin.

Ia menguraikan pergerakan kurs mata uang rupiah bahkan sempat didera tekanan berat hingga hampir menyentuh level psikologis baru sebesar Rp18.200 per dolar Amerika Serikat.

Pihaknya turut menyoroti pernyataan lisan dari adik kandung presiden sekaligus pengusaha nasional yang memproyeksikan potensi kelemahan mata uang lokal jika tidak diantisipasi secara taktis.

"Hasim Joyo Hadi Kusumo adik Pak Presiden itu ee sempat memberikan komentar bahwa dolar bisa saja lari ke 21.000 atau ke 22.000 ya kelemahan rupiah ini akan terus berlangsung," urai Ferry Latuhihin memaparkan risiko finansial.

Dirinya menilai tingginya ketakutan investor luar negeri dipicu oleh ketidakjelasan realisasi sejumlah program belanja berskala jumbo seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Daerah Merah Putih.

Ia berpendapat pemborosan dana operasional dari pos pajak rakyat tersebut rawan menimbulkan moral hazard, terlebih setelah adanya penindakan hukum oleh kejaksaan kepada mantan kepala BGN Dadan Hindayana.

"Kasus MBG sendiri Teman-teman berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang disampaikan oleh Ketua Komisi 9 DPR pada 3 September 2026 itu terjadi 560 kali kasus keracunan MBG," jelas Ferry Latuhihin merinci komplikasi lapangan.

Ferry Latuhihin mengonfirmasi akumulasi korban dari insiden gangguan pencernaan massal menu gizi gratis tersebut telah menjangkau angka sebanyak 2.059 orang dari kalangan tenaga pendidik serta siswa sekolah.

Di sisi lain, dirinya mementahkan argumentasi pembelaan dari anggota Dewan Pertimbangan Agung Rocky Gerung mengenai estimasi kepemilikan aset infrastruktur bangunan unit koperasi Merah Putih di daerah.

Ia menukil data sahih publikasi bisnis korporasi keuangan yang mencatat dari total 28.662 bangunan fisik yang selesai dikerjakan, hanya ada 10.070 unit yang dinyatakan memenuhi syarat operasional.

"Lokasi yang terpetakan berada di kawasan hutan menurut temuan Stranas PK 16.374 titik 57% itu ada di hutan Rocky jadi monyet yang mau beranjak ke sana monyet yang melayani," seru Ferry Latuhihin mengkritisi tata ruang proyek.

Ferry Latuhihin mengingatkan birokrasi pusat untuk segera merasionalisasi porsi penyaluran anggaran agar tingkat kepercayaan de facto para manajer investasi global dapat dipulihkan kembali (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung