Berita, Nasional

Prof. Henri Subiakto Ubah Pandangan terhadap Jokowi Sejak 2022, Sebut Pencitraan Tutupi Masalah Bangsa hingga Kasus Penyadapan

Repelita.net

08 November 2026 19:42 WIB • 101 view

Prof. Henri Subiakto Ubah Pandangan terhadap Jokowi Sejak 2022, Sebut Pencitraan Tutupi Masalah Bangsa hingga Kasus Penyadapan
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Guru Besar Universitas Airlangga Prof Henri Subiakto mengungkap perubahan pandangannya terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang mulai terjadi sejak penghujung tahun 2022.

ADVERTISEMENT

Perubahan sikap tersebut muncul setelah akademisi komunikasi itu menemukan sejumlah fakta yang dinilainya memperlihatkan ketidaksesuaian antara citra publik Jokowi dan realitas sebenarnya.

Sebelumnya, Henri mengaku memercayai bahwa mantan Wali Kota Solo tersebut merupakan figur pemimpin yang bersahaja serta menjunjung tinggi kejujuran.

Berbagai kabar miring yang menerpa Jokowi pada masa lalu sempat dianggapnya sekadar narasi miring dari kelompok yang tidak menyukai sang kepala negara.

Namun, keyakinan tersebut perlahan runtuh seiring ditemukannya berbagai bukti baru yang membuatnya mempertanyakan integritas kepemimpinan Jokowi.

“Dulu saya juga percaya Jokowi itu pemimpin jujur dan sederhana. Kalau ada informasi yang mengungkap keburukan Jokowi, saya anggap hanyalah produk orang-orang yang membencinya. Tapi sejak akhir 2022 saya menemukan banyak bukti, yang membuat makin meyakini bahwa Jokowi itu, antara apa yang diucapkan dan ditampilkan sangat beda dengan kenyataan,” ujar Henri, lewat akun X miliknya, Minggu, 8 November 2026.

Meski tetap mengakui adanya pembangunan berbagai proyek infrastruktur selama era pemerintahan Jokowi, Henri menilai capaian fisik tersebut tidak serta-merta menghapus beragam persoalan krusial lain yang ditinggalkan.

Ia bahkan melontarkan kritik pedas terhadap Jokowi beserta keluarganya yang dinilai memiliki sifat tamak namun berhasil tertutup rapi oleh operasi pencitraan berskala besar.

“Jokowi walau sudah membangun infrastruktur, tapi faktanya di sisi lain dia adalah sumber masalah bangsa ini. Jokowi dan keluarganya itu asli sangat greedy tapi semua keburukan nyata itu bisa ditutupi,” katanya.

Menurut pengamatan Henri, pembentukan persepsi positif terhadap Jokowi dijalankan melalui strategi komunikasi terstruktur yang melibatkan jaringan buzzer, lembaga survei, media massa, organisasi kemasyarakatan, hingga barisan pendukungnya.

Melalui mesin pencitraan masif itulah, sosok Jokowi berhasil dipoles sehingga dipandang sebagai pemimpin baik dan layak mendapat penghormatan luas dari masyarakat.

Kendati demikian, Henri meyakini bahwa seiring berjalannya waktu, berbagai fakta yang selama ini dipersoalkan publik akan tersingkap satu per satu dan tidak lagi dapat disembunyikan.

Ia pun menyinggung polemik seputar identitas dan keabsahan ijazah Jokowi hingga skandal penyadapan ilegal yang diduga melibatkan orang-orang terdekat serta loyalis sang mantan presiden.

“Kebenaran senantiasa akan muncul untuk menghukum dan menenggelamkan kejahatan yang nyata. Dimulai dengan persoalan identitas dan ijazah. Kemudian terbukanya kasus penyadapan yang faktanya dilakukan oleh orang-orang yang selama ini terbukti dekat dan loyal kepadanya. Gusti Allah ora sare. Pak!!” pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok










TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung