Repelita [Jakarta] - Presiden Prabowo Subianto membeberkan alasan utama di balik langkah politiknya yang berulang kali maju dalam kontestasi pemilihan presiden.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung saat dirinya memberikan pidato pada acara pembukaan Munas HIPMI XVIII yang berlangsung di Bandar Lampung.
ADVERTISEMENT
Dirinya menegaskan bahwa keputusan besar tersebut diambil bukan karena didorong oleh syahwat politik atau ambisi pribadi semata.
Langkah ini diambil karena adanya keyakinan mendalam bahwa arah perkembangan bangsa ini sudah melenceng sejak beberapa dekade silam.
“Orang bingung sudah empat kali kalah masih mau maju lagi. Saya ingin jadi presiden karena saya sudah lihat dari tahun 90-an Indonesia menuju arah yang salah. Saya sudah melihat," ujarnya di hadapan para pengusaha muda.
Kepala Negara juga langsung menyanggah persepsi keliru dari berbagai pihak yang mengira dirinya sekadar memburu kedudukan struktural tertinggi.
Bagi dirinya, memegang kendali kepemimpinan sebuah negara bukanlah sebuah perkara ringan yang bisa dinikmati dengan santai oleh siapa pun.
Tugas dan tanggung jawab yang melekat pada jabatan tersebut dinilai teramat besar bagi masa depan seluruh rakyat Indonesia.
“Saya bukan mau jadi presiden hanya untuk jadi presiden. Lo kira enak,” tegasnya.
Lebih lanjut, pemimpin negara ini juga melemparkan kritik tajam terhadap dinamika lingkaran atas yang dinilai gemar memelihara perselisihan.
Kondisi tersebut dinilai sangat kontras dengan realitas di tingkat akar rumput yang justru sangat mendambakan situasi kondusif.
Masyarakat luas dinilai jauh lebih memahami arti penting dari sebuah kolaborasi nyata demi kelangsungan hidup bersama yang harmonis.
"Elit kita ini ya tapi hampir semua elit bangsa seperti kita ribuuut terus sukanya. Elitnya suka ribut. Rakyat tidak. Rakyat paling mengerti, rakyat ngerti bahwa untuk dapat hidup yang baik harus ada kerukunan harus ada paguyuban harus ada kerjasama," pungkasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok