Repelita [Jakarta] - Presiden Prabowo Subianto mengaku tetap memilih menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine sebagai kendaraan dinasnya meski mobil produksi PT Pindad itu sempat mengalami sejumlah kendala teknis.
Prabowo menuturkan, sebagai kepala negara dirinya merasa perlu memberi contoh dengan menggunakan produk buatan dalam negeri dibanding kendaraan mewah impor yang selama ini identik dengan pejabat negara.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, keputusan tersebut tetap dipegang meski Maung MV3 yang digunakannya belum sepenuhnya sempurna.
Salah satu pengalaman yang diingatnya terjadi ketika kendaraan itu digunakan saat hujan deras.
Saat itu, Prabowo sedang tertidur di dalam mobil sebelum akhirnya terbangun karena adanya rembesan air dari bagian atap kendaraan.
"Suatu saat saya ini suka tidur di mobil ya. Saya suka tidur di mobil jadi satu saat saya lagi tidur di mobil, tahu-tahu karena hujan keras di luar saya tidur, tek-tek, saya bangun rupanya bocor," kata Prabowo.
Setelah mengetahui adanya masalah tersebut, kendaraan itu kemudian dikembalikan ke PT Pindad untuk dilakukan penyempurnaan.
Prabowo menilai kondisi itu masih bisa dimaklumi karena Maung merupakan produk yang masih tergolong baru dalam tahap pengembangan.
"Ya namanya baru ya kan. Ya aku kirim kembalilah ke ini kan buatan Pindad. Aku bilang ‘eh Pindad, tolonglah bocornya dikurangi gitu loh’," kata Prabowo.
Tak hanya soal kebocoran, Prabowo juga merasakan guncangan cukup keras ketika kendaraan tersebut digunakan melintasi jalur pegunungan.
Meski begitu, ia menegaskan hal tersebut tidak mengubah pilihannya untuk tetap menggunakan Maung.
"Habis itu pakai mobil ya naik gunung, gledak-gledak. Tapi, ‘gledak’ enggak apa-apa. Demi nasionalisme saya tetap pakai mobil ini," kata Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengisahkan percakapan yang sempat didengarnya dari sejumlah bawahannya yang membahas harga berbagai merek mobil.
Ia mengaku kini tidak lagi berpikir untuk membandingkan kendaraan yang digunakannya dengan mobil-mobil premium dari luar negeri.
"Jadi saudara berapa hari yang lalu berapa hari yang lalu nggak ini aku mau cerita nih ya, aku mau cerita. Ini berapa hari yang lalu saya dengar pembicaraan di antara di antara anak buah saya. Mereka tanya, ‘eh harga mobil ini berapa ya? Harga mobil itu berapa ya?’," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, statusnya sebagai Presiden membuatnya memiliki tanggung jawab untuk mendukung hasil karya industri nasional.
Karena alasan itulah ia memilih tetap menggunakan Maung sebagai kendaraan resmi kepresidenan.
"Saya pikir wah aku udah nggak bisa lagi nanya-nanya seperti itu. Suka tidak suka karena saya Presiden saya harus kasih contoh, saya harus pakai mobil buatan anak-anak Indonesia," kata Prabowo.
Prabowo mengakui kualitas Maung saat ini mungkin belum setara dengan kendaraan premium asal Jerman yang telah lama berkembang di industri otomotif dunia.
Namun hal tersebut tidak membuatnya beralih menggunakan kendaraan lain.
"Jadi, jadi saya mengerti ini kan mobil baru satu-dua tahun kita bangun iya kan, yang namanya suatu yang baru ya mungkin tidak sebagus kalau saya pakai BMW atau Mercedes ya kan," kata Prabowo.
"Kalau, Pak Ara pakai Mercedes mungkin ya? Aku udah nggak bisa lagi. Saya pakai Maung," kata Prabowo kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok