Repelita [Jakarta] - Kepala Negara Prabowo Subianto menaruh harapan besar kepada segenap anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia untuk memosisikan diri sebagai penggerak ekonomi yang berjiwa nasionalis.
Arahan strategis ini dipaparkan secara langsung oleh pimpinan tertinggi negara sewaktu meresmikan agenda Musyawarah Nasional XVIII organisasi tersebut di kawasan Bandar Lampung.
ADVERTISEMENT
Di depan forum pelaku usaha usia muda, dirinya memandang aktivitas mencari profit finansial serta menumpuk aset materiil sebagai dinamika yang sangat lumrah.
Kendati demikian, pemanfaatan atas akumulasi kapital tersebut wajib diarahkan untuk kemaslahatan sosial serta menopang kehidupan kelompok masyarakat rentan.
"Pengusaha, haruslah jadi pengusaha yang patriotik. Saudara memupuk kekayaan saya kira semua ajaran apakah agama apakah filosofi semua ajaran kekayaan yang kau dapatkan dengan baik, gunakanlah untuk tujuan yang baik. Gunakanlah untuk membantu orang yang belum mampu baru indonesia akan bangkit," ujarnya.
Mantan pimpinan institusi pertahanan ini memperingatkan bahwa stabilitas domestik jangka panjang mustahil tercapai jika pemilik modal hanya mementingkan akumulasi kekayaan privat.
Tindakan melarikan kapital ke luar wilayah yurisdiksi nasional tanpa memedulikan kesejahteraan lingkungan sekitar dinilai sebagai ancaman serius bagi ketahanan bangsa.
"Tapi, kalau saudara kaya raya, habis itu kekayaannya kau bawa lari di luar negeri dan kau tidak perduli dengan rakyat sekitarmu masa depan bangsa kita tidak akan baik," tegasnya.
Lebih mendalam, dirinya memosisikan komunitas pebisnis sebagai elemen krusial dalam pembukaan lapangan pekerjaan baru guna menggerakkan roda perekonomian makro.
Sebab itu, aparatur eksekutif berkomitmen penuh menyediakan jaminan kepastian regulasi serta iklim kompetisi usaha yang sehat tanpa tebang pilih.
"Pemerintah harus membuat keadaan yang baik untuk para pengusaha. Keadaan yang baik itu antara lain hukum harus kita tegakkan. Kalau kita tidak tegakkan hukum ya h terjadi adalah hukum rimba, hukum liar hukum yang terjadi adalah hukum berdasarkan kekuatan dan di ujungnya tidak baik bagi kita semua," pungkasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok