Berita, Nasional

Prabowo Diduga Terlibat, Heru Subagia: Reformasi Jilid II dan Penangkapan Roy Suryo Tidak Bisa Dipisahkan

Repelita.net

21 June 2026 21:02 WIB • 706 view

Prabowo Diduga Terlibat, Heru Subagia: Reformasi Jilid II dan Penangkapan Roy Suryo Tidak Bisa Dipisahkan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pengamat politik dan ekonomi Heru Subagia menilai bahwa penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa terkait polemik ijazah Joko Widodo merupakan bagian dari skenario besar intervensi politik.

Menurutnya, peristiwa tersebut tidak berdiri sendiri melainkan berkaitan erat dengan dinamika tuntutan aksi Reformasi Jilid II yang tengah mencuat di berbagai kalangan.

ADVERTISEMENT

"Kalau saya mencermati meledaknya isu ijazah Jokowi dengan penangkapan Roy Suryo dan mbak Tifa, ada dua hal yang ngeri-ngeri sedap," ujar Heru, Minggu, 21 Juni 2026.

Heru menduga ada keterlibatan operasi intelijen dan langkah politis yang sengaja dirancang untuk merespons ketegangan di internal kubu penguasa saat ini.

"Baik yang dilakukan dengan operasi intelijen maupun operasi politik," tukasnya.

Ia menyebut adanya fenomena pecah kongsi di kalangan pendukung pemerintah yang kini berusaha mengamankan posisi masing-masing melalui tindakan eksekusi lapangan.

"Dalam konteks tuntutan reformasi jilid II, bahkan orang menyebutnya reformasi. Saya melihat dua pihak ini tidak lain adalah di internal pendukung atau bandarnya pemenangan Prabowo-Gibran," ucapnya.

Ketegangan antarpihak tersebut, lanjut Heru, memicu skenario yang berakhir pada tindakan hukum sebagai upaya mengonsolidasikan kekuasaan secara paksa.

"Yang lebih unik, saat ini mereka sudah mulai pecah kongsi atau berantakan dalam upaya memperkuat konsolidasi politik. Hingga saat ini muncul skenario dan tindakan serta eksekusinya," imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa penangkapan terhadap pengkritik Jokowi merupakan wujud nyata campur tangan kepentingan politik dalam proses penegakan hukum di tanah air.

"Kasus ijazah Jokowi ini pada akhirnya ditimpali dengan penangkapan Roy Suryo dan Mbak Tifa adalah bagian intervensi politik dan hukum itu sendiri," timpalnya.

Heru mengaitkan pula gerakan Reformasi Jilid II dengan perlawanan terhadap kebijakan strategis yang diambil di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Betul ada beberapa kepentingan isu bahwa tuntutan reformasi jilid II lebih kepada upaya yang lebih serius melawan bahkan membatalkan kebijakan strategis Prabowo," tuturnya.

Ia pun menyoroti dugaan campur tangan pihak luar dalam mengarahkan aksi mahasiswa yang kini dinilai aktif menyasar stabilitas pemerintahan saat ini.

"Tindakan mahasiswa diduga ada partai terlibat dalam hal ini PDIP dalam menjatuhkan pemerintahan Prabowo-Gibran," bebernya.

Mengenai keterlibatan Presiden Prabowo, Heru secara blak-blakan menaruh kecurigaan bahwa ada instruksi khusus yang diberikan kepada aparat penegak hukum terkait kasus tersebut.

"Saya juga menduga Prabowo terlibat atau mengintruksikan kepada penegak hukum agar menangkap dan mengadili proses ijazah Jokowi ini," pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung