Repelita [Jakarta] - Kementerian Komunikasi dan Digital bereaksi keras terhadap polemik istilah kontroversial yang dilontarkan kepala negara dalam forum resmi kenegaraan.
Pemerintah meminta publik agar tidak mengambil potongan kalimat secara sepihak yang berpotensi memicu kesalahpahaman luas di ruang digital.
ADVERTISEMENT
Penegasan itu disampaikan langsung oleh petinggi kementerian bidang komunikasi publik guna meredam perdebatan sengit yang terus bergulir.
Pesan pokok pimpinan tertinggi eksekutif tersebut dinilai bukan bertujuan mendiskreditkan profesi tertentu, melainkan dorongan menjaga optimisme kebangsaan.
Pandangan itu disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, dalam keterangan resmi.
Presiden memandang kritik, termasuk pemberitaan mengenai sekolah yang mengalami kerusakan, sebagai masukan yang penting untuk diungkap.
Berbagai temuan di lapangan menjadi perhatian pemerintah dan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah perbaikan.
Ini menunjukkan bahwa kritik yang disampaikan dengan itikad baik menjadi bagian dari proses membangun Indonesia yang lebih baik, kata Fifi dalam keterangan tertulis.
Lebih lanjut, penjelasan dari pihak kementerian menegaskan bahwa kiasan politik tersebut sama sekali tidak dimaksudkan menyudutkan insan pers, media, maupun lembaga sipil.
Esensi utama yang hendak ditekankan adalah kewaspadaan kolektif terhadap upaya sistematis dalam membangun narasi pesimisme kemajuan bangsa.
Yang disampaikan Presiden adalah ajakan untuk tetap waspada terhadap pihak-pihak yang sengaja merangkai narasi seolah-olah Indonesia tidak memiliki harapan dan tidak sedang bergerak maju.
Kritik tentu diperlukan, tetapi berbeda dengan upaya membangun pesimisme secara sistematis, ujarnya.
Pemerintah dipastikan tetap memegang teguh komitmen dalam menjunjung tinggi nilai kebebasan demokrasi serta ruang partisipasi publik.
Seluruh elemen masyarakat didorong agar bersama-sama merawat iklim komunikasi sehat tanpa menutup mata atas kerja nyata pembenahan struktural.
Pemerintah akan terus memilih jalan kerja nyata sebagai jawaban atas berbagai kritik publik.
Fokus pemerintah adalah menyelesaikan persoalan satu per satu, mempercepat perbaikan di lapangan, dan memastikan masyarakat merasakan manfaatnya.
Ruang demokrasi tetap terbuka, tetapi mari bersama-sama menjaga agar kritik menjadi energi perbaikan, tutur Fifi menutup keterangannya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok