Berita, Nasional

Polda Banten Pastikan Barang Temuan Tim SAR Bukan Milik Kapal KM Arupadhatu 1 yang Hilang Kontak

Repelita.net

13 September 2026 22:53 WIB • 384 view

Polda Banten Pastikan Barang Temuan Tim SAR Bukan Milik Kapal KM Arupadhatu 1 yang Hilang Kontak
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tim SAR gabungan berhasil menemukan sejumlah barang berupa helm plastik, jeriken, serta dua buah jaket pelampung di sekitar perairan Selat Sunda saat melakukan misi pencarian rombongan jurnalis.

Aparat kepolisian langsung bergerak melakukan proses verifikasi mendalam guna memastikan apakah berbagai temuan benda asing tersebut berkaitan langsung dengan kapal cepat KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak.

ADVERTISEMENT

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Banten Komisaris Besar Polisi Maruli Ahiles Hutapea memberikan keterangan resmi kepada awak media pada hari Minggu, 13 September 2026.

"Hasil pemeriksaan dan konfirmasi kepada pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II dinyatakan bukan milik kapal," kata Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, Minggu (13/9/2026).

Seluruh temuan material benda di lautan tersebut langsung diserahkan kepada pihak berwenang agar dapat menjalani prosedur penelitian lebih lanjut secara menyeluruh.

Berdasarkan hasil investigasi awal, perlengkapan keselamatan berupa jaket pelampung yang digunakan secara resmi di atas kapal wartawan tersebut memiliki variasi warna merah, kuning, serta ungu tanpa atribut tulisan apa pun.

Pemeriksaan forensik lanjutan juga diberlakukan terhadap sebuah jeriken berwarna biru yang berhasil dievakuasi dari titik koordinat pencarian di tengah laut.

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa isi cairan di dalam wadah tersebut mengeluarkan aroma khas minyak sayur alih-alih bahan bakar jenis Pertamax yang biasa dipakai oleh armada kapal nahas itu.

"Selain itu, terdapat perbedaan fisik antara jeriken temuan dengan jeriken milik kapal. Jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, memiliki tutup putih dan polos tanpa penanda," ujar Maruli.

"Sementara jeriken yang ditemukan berwarna biru tua, berkapasitas 35 liter, berbentuk panjang, memiliki tutup hitam dan terdapat tulisan pada bagian jeriken," lanjutnya.

Temuan sebuah helm pelindung kepala berwarna merah yang turut diangkut petugas dari perairan juga dipastikan tidak tercatat sebagai inventaris perlengkapan di atas KM Arupadhatu 1.

Rangkaian barang bukti tersebut sebelumnya berhasil diangkat oleh armada KN SAR Tetuka ketika menyisir area sektor lima pencarian di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Petugas mencatat waktu penemuan jeriken minyak biru terjadi pada pukul 10.05 WIB, disusul penemuan helm merah pukul 12.33 WIB, serta dua jaket pelampung masing-masing pukul 17.10 WIB dan 18.09 WIB.

Operasi SAR besar-besaran ini digerakkan setelah kapal cepat KM Arupadhatu 1 dilaporkan hilang kontak ketika berlayar di sekitar kawasan vulkanik aktif Selat Sunda.

Total delapan orang yang hingga kini masih berada dalam status pencarian intensif terdiri dari lima wartawan serta tiga orang awak pengawak armada speedboat tersebut.

Lima pekerja media yang menjadi korban hilang meliputi M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, serta Donal, sementara tiga kru kapal masing-masing bernama Warta, Surakman, dan Heriyanto.

Meskipun pencarian telah memasuki hari kelima, keberadaan seluruh korban hilang tersebut hingga kini masih belum dapat ditemukan oleh tim penyelamat.

Kepolisian mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa menjaga ketenangan serta menahan diri untuk tidak menyebarkan informasi liar yang belum teruji kebenarannya.

"Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi," ucapnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung