Berita, Nasional

Pidato Menohok Dedi Mulyadi di HUT RI Sindir Pejabat Kolonial dan Soroti Nasib Rakyat Kecil

Repelita.net

18 August 2026 17:28 WIB • 479 view

Pidato Menohok Dedi Mulyadi di HUT RI Sindir Pejabat Kolonial dan Soroti Nasib Rakyat Kecil
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sajian tempat duduk kelas utama disediakan khusus untuk masyarakat umum saat pelaksanaan upacara peringatan hari kemerdekaan. Langkah tersebut menjadi gambaran dari arahan yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Sikap rendah hati diperlihatkan dengan mengutarakan permohonan maaf lantaran jajaran pemerintah daerah diakui belum sepenuhnya sanggup mewujudkan kemerdekaan yang hakiki bagi seluruh warga. Permintaan maaf tersebut ditujukan kepada masyarakat yang berada di dalam wilayah, area luar provinsi, hingga warga yang berjuang mencari nafkah di mancanegara.

ADVERTISEMENT

Rasa bangga turut disampaikan dalam bentuk apresiasi yang tinggi terhadap deretan putra daerah terbaik yang berhasil mengukir prestasi. Acara peringatan tersebut dikemas tanpa diisi oleh sesi pengumuman mengenai deretan pencapaian yang telah diraih.

Pengakuan secara terbuka dilontarkan mengenai keberadaan belenggu penjajahan yang dinilai masih berlangsung secara de jure hingga saat ini. Seluruh jajaran pejabat publik diimbau untuk mencurahkan perhatian secara sungguh-sungguh terhadap nasib rakyat bawah.

Peringatan keras dilayangkan kepada para pengangku jabatan agar tidak meniru gaya kepemimpinan era kolonial yang cenderung menindas rakyat kecil. Semangat patriotisme beserta rasa nasionalisme warga diyakini bakal bermekaran secara alami apabila para pemimpin sanggup menyajikan teladan nyata.

Penyampaian gagasan dilakukan secara lugas tanpa perlu diwarnai manuver kekhilafan tutur kata baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Sikap jemawa atau merasa paling berhasil melakukan berbagai hal dihindari sepenuhnya dalam momentum tersebut.

Langkah strategis yang diperlihatkan KDM dinilai sangat cermat dalam menempatkan posisinya yang terkesan kian berlawanan dengan dinamika di tingkat pusat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung