Repelita Jakarta - Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan berangkat ke New York pada Selasa, 22 September 2026 untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81.
Informasi tersebut disampaikan akun Threads @nandxnandza melalui unggahan pada 21 September 2026, yang menyebut Pezeshkian dijadwalkan menyampaikan pidato di hadapan forum PBB pada Rabu, 23 September.
ADVERTISEMENT
Menurut unggahan tersebut, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyetujui visa bagi Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bersama delegasi inti Iran.
Keputusan pemberian visa tersebut sebelumnya juga dilaporkan oleh Associated Press dan Reuters, dengan Departemen Luar Negeri AS menyatakan izin itu diberikan sesuai kewajiban Washington sebagai negara tuan rumah markas besar PBB.
Dalam unggahan keduanya, @nandxnandza mengaitkan keputusan tersebut dengan Perjanjian Markas Besar PBB yang mengatur kewajiban negara tuan rumah memberikan akses bagi pejabat asing untuk menjalankan urusan PBB.
“Berdasarkan Perjanjian Markas Besar PBB (UN Headquarters Agreement), AS sebagai negara tuan rumah secara hukum berkewajiban memberikan akses masuk kepada kepala negara asing untuk urusan PBB, terlepas dari konflik yang sedang berlangsung.”
Unggahan tersebut mencantumkan AP News sebagai sumber informasi mengenai ketentuan akses tersebut.
Kehadiran delegasi Iran berlangsung di tengah ketegangan antara Washington dan Teheran, sementara akses delegasi Iran ke Amerika Serikat tetap disertai sejumlah pembatasan perjalanan dan aturan lainnya.
Pada unggahan berikutnya, @nandxnandza menyinggung penampilan Pezeshkian dalam forum PBB pada tahun sebelumnya dan mempertanyakan hal yang kemungkinan akan kembali disampaikannya tahun ini.
“Beliau menggemparkan apa lagi kah di tahun ini? Sebelumnya buku ini ditampilkan beliau di pidato rapat umum PBB/UN September tahun lalu.”
Unggahan tersebut kemudian memunculkan sejumlah komentar dari pengguna Threads yang menanggapi rencana kedatangan Presiden Iran ke New York.
Akun @3309__i menulis, “Menurut gw Iran jangan datang, perasaan gw gaenak.”
Sementara akun @kikyalexandra memberikan tanggapan singkat, “Bisa via zoom aja gitu mungkin”.
Komentar lain disampaikan akun @kenjiwaindonesia yang menulis, “Mereka yang berangkat, kenapa aku yang merinding 😭”.
Akun @zakijawa kemudian berkomentar, “balik ke Iran semua barang langsung discaning....”
Sedangkan akun @abdullahalandunisi menanggapi dengan pertanyaan, “Kok Mahmoud Abbas ga digituin?”
Rencana kehadiran Pezeshkian dan Araghchi di Sidang Majelis Umum PBB ke-81 menjadi perhatian karena delegasi Iran akan hadir ketika hubungan Washington dan Teheran masih berada dalam situasi yang tegang.
Sementara itu, keputusan Amerika Serikat memberikan visa kepada delegasi inti Iran berbeda dengan keputusan Washington terhadap Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang kembali tidak memperoleh visa untuk menghadiri sidang secara langsung.
Informasi mengenai jadwal keberangkatan Pezeshkian dan agenda pidatonya tersebut disampaikan oleh akun @nandxnandza dalam rangkaian unggahan Threads pada 21 September 2026, sementara persetujuan visa bagi Pezeshkian dan Araghchi telah dikonfirmasi oleh pemerintah Amerika Serikat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads