Berita, Timur Tengah

Peti Jenazah Cucu Ali Khamenei di Teheran Menjadi Simbol Tragis Serangan Udara yang Tewaskan Sang Pemimpin Iran

Repelita.net

04 July 2026 19:47 WIB • 934 view

Peti Jenazah Cucu Ali Khamenei di Teheran Menjadi Simbol Tragis Serangan Udara yang Tewaskan Sang Pemimpin Iran
Foto: Istimewa

Repelita [Teheran] - Suasana duka konservasi upacara penghormatan terakhir bagi pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, di Teheran. Di tengah deretan peti jenazah yang ada, perhatian masyarakat tertuju pada satu peti berukuran sangat kecil.

Peti tersebut merupakan tempat persemayaman Zahra Mohammadi Golpayegani, cucu Ali Khamenei yang masih berusia 14 bulan. Kehadiran peti mungil ini menambah kedalaman kesedihan bagi keluarga besar yang ditinggalkan.

ADVERTISEMENT

Para petinggi negara Iran tampak larut dalam emosi mendalam selama prosesi berlangsung. Presiden Masoud Pezeshkian serta Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf terlihat tak berkuasa menahan air mata saat memberikan penghormatan.

Menurut informasi resmi otoritas Iran, Zahra menjadi korban tewas dalam insiden serangan udara pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut melaporkan menghantam kediaman resmi pemimpin tertinggi Iran di Teheran.

Pemerintah Iran menunjuk Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas operasi serangan bom dan rudal tersebut. Selain Zahra, Ali Khamenei serta putrinya, Boshra Khamenei, juga dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Peti jenazah Zahra menjadi simbol tragedi dari dampak serangan yang menghancurkan kediaman tersebut. Penyusunan prosesi pemakaman pemimpin Iran ini berlangsung cukup lama, mulai dari 4 hingga 9 Juli 2026.

Kegiatan penghormatan dimulai di Teheran sebelum jasad dibawa menuju kota Qom untuk prosesi lanjutan. Perjalanan terakhir jenazah Ali Khamenei direncanakan akan berakhir di Kota Masyhad sebagai tempat peristirahatan terakhir.

Sebanyak lebih dari 90 utusan dari berbagai negara telah mengkonfirmasi kehadirannya untuk memberikan penghormatan. Kehadiran tamu mancanegara tersebut mencerminkan posisi strategis sang mendiang di kancah politik global. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung