Berita, Internasional

Pentagon Akui Biaya Perang Lawan Iran Capai Rp433 Triliun, Belum Termasuk Kerusakan Infrastruktur

Repelita.net

30 April 2026 22:13 WIB • 1,002 view

Pentagon Akui Biaya Perang Lawan Iran Capai Rp433 Triliun, Belum Termasuk Kerusakan Infrastruktur
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Pentagon secara terbuka mengakui bahwa biaya operasi militer Amerika Serikat dalam perang melawan Iran telah mencapai angka 25 miliar dolar Amerika atau setara dengan Rp433,8 triliun berdasarkan kurs saat ini.

Angka tersebut merupakan estimasi resmi pertama yang disampaikan oleh pejabat senior Pentagon bernama Jules Hurst III di hadapan anggota Kongres Amerika Serikat pada hari Rabu, 29 April 2026.

ADVERTISEMENT

Pernyataan mengejutkan ini muncul ketika Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth tengah memberikan kesaksian mengenai perkembangan konflik yang sudah berlangsung lebih dari dua bulan di hadapan Komisi Angkatan Bersenjata.

Jules Hurst III mengungkapkan bahwa angka 25 miliar dolar tersebut baru mencakup biaya langsung operasi militer seperti amunisi presisi tinggi, bahan bakar pesawat tempur, serta penggajian personel yang dikerahkan.

Biaya tersebut belum mencakup seluruh pengeluaran tidak langsung yang jumlahnya diperkirakan akan jauh lebih besar dari angka resmi yang diumumkan saat ini.

Kerusakan infrastruktur militer di berbagai pangkalan Amerika Serikat yang tersebar di kawasan Timur Tengah juga belum dimasukkan dalam perhitungan awal ini.

Beberapa pangkalan militer AS di Irak, Suriah, dan negara-negara Teluk lainnya dilaporkan mengalami kerusakan signifikan akibat serangan balasan rudal dan drone yang dilancarkan oleh Iran.

Para analis pertahanan memperkirakan bahwa total biaya perang yang sebenarnya, jika semua faktor tidak langsung dimasukkan, bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dari angka yang diumumkan Pentagon.

Selain kerusakan fisik, biaya perawatan veteran yang terluka, penggantian peralatan tempur yang hancur, serta kompensasi bagi keluarga prajurit yang gugur juga akan membebani anggaran pertahanan Amerika Serikat dalam jangka panjang.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam kesaksiannya sempat menyebut bahwa perang ini adalah "konflik paling kompleks" yang dihadapi militer AS dalam beberapa dekade terakhir.

Ia juga mengakui bahwa sistem pertahanan udara Iran yang didukung oleh transfer teknologi dari Rusia terbukti lebih tangguh dari perkiraan awal para jenderal Pentagon.

Sejumlah pesawat tempur siluman F-35 dan F-22 milik AS dikabarkan mengalami kerusakan akibat sistem pertahanan udara Iran yang canggih.

Biaya per unit pesawat tempur generasi kelima tersebut mencapai lebih dari 100 juta dolar AS per buah.

Dengan kerusakan dan kehilangan beberapa unit pesawat, kerugian militer AS di sektor ini saja sudah mencapai miliaran dolar tambahan.

Selain itu, operasi di laut juga menyedot biaya besar dengan dikerahkannya kapal induk dan armada kapal perang lainnya ke perairan Teluk Persia.

Biaya operasional kapal induk kelas Gerald R Ford sendirian diperkirakan mencapai 3 juta dolar AS per hari.

Sebelumnya, Kongres Amerika Serikat mulai memberikan tekanan kepada pemerintahan Trump untuk lebih transparan mengenai biaya perang yang terus membengkak.

Beberapa anggota Kongres dari Partai Demokrat bahkan mulai mempertanyakan apakah perang ini sebanding dengan manfaat strategis yang diperoleh Amerika Serikat.

Gugatan genosida terhadap Israel di Mahkamah Internasional dan isolasi diplomatik yang semakin meluas juga menjadi biaya politik tidak langsung dari konflik ini.

Seluruh angka yang diumumkan Pentagon ini belum termasuk bantuan militer yang diberikan Amerika Serikat kepada sekutu-sekutunya di kawasan.

Dukungan logistik dan intelijen untuk Israel, Arab Saudi, dan negara-negara Teluk lainnya juga memakan biaya yang tidak sedikit.

Dengan tekanan anggaran yang semakin berat, beberapa pejabat Pentagon mulai mengusulkan agar strategi perang diubah dari pendekatan ofensif menjadi defensif.

Namun pemerintahan Trump sejauh ini masih bersikukuh untuk melanjutkan tekanan maksimal terhadap Iran hingga Teheran bersedia menyerah total. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung