Repelita Jakarta - Direktur Eksekutif Lembaga Survei Median Rico Marbun menganalisis dinamika elektoral menjelang Pemilihan Presiden 2029 yang melibatkan posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Informasi perbincangan politik tersebut disiarkan secara daring pada tahun 2025 melalui tayangan di kanal YouTube Hersubeno Point.
ADVERTISEMENT
Rico Marbun mengamati adanya upaya sistematis dalam beberapa bulan terakhir untuk menarasikan penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja presiden.
Dampak dari framing tersebut memicu kemunculan berbagai figur baru dari internal koalisi yang mulai menimang peluang untuk maju sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden.
Meskipun opsi paling ideal bagi Gibran Rakabuming Raka adalah kembali maju mendampingi Prabowo Subianto, Rico menilai kalkulasi politik pada periode mendatang akan sangat berbeda dibandingkan dengan situasi pada saat pemilu terdahulu.
Kekuatan elektoral putra sulung Joko Widodo itu dinilai sangat rapuh apabila tidak melibatkan faktor pengaruh dari sang ayah.
Berdasarkan data yang dihimpun dari hasil exit poll pasca-pencoblosan, daya tarik politik Joko Widodo saat masih menjabat sebagai presiden memang terbukti sangat masif dan mampu mengarahkan separuh pendukungnya untuk memilih Prabowo Subianto.
Namun kemampuan mobilisasi dan alokasi sumber daya populisme tersebut diprediksi tidak akan mudah dialihkan secara otomatis kepada sang anak di masa depan.
Kondisi tersebut diperumit oleh fakta bahwa Gibran Rakabuming Raka tidak memiliki basis dukungan partai politik yang riil dan signifikan di parlemen pusat saat ini.
Kondisi ini berbeda dengan tokoh politik muda lain seperti Agus Harimurti Yudhoyono yang memiliki kendali penuh atas partai politik di DPR meskipun sama-sama berstatus anak mantan presiden.
Langkah Gibran Rakabuming Raka yang belakangan aktif turun ke masyarakat dan memberikan solusi personal dinilai sebagai upaya serius untuk membangun citra diri di tingkat akar rumput.
Manuver agresif tersebut dilakukan untuk menjaga kelangsungan karier politiknya secara mandiri sembari tetap memanfaatkan sisa pengaruh popularitas keluarganya di mata publik.
Editor: 91224 R-ID Elok