Berita, Internasional

Penembakan Austin Picu Amarah, ICE Dituding Tembak Warga Venezuela hingga Dirawat di Rumah Sakit

Repelita.net

21 September 2026 22:28 WIB • 113 view

Penembakan Austin Picu Amarah, ICE Dituding Tembak Warga Venezuela hingga Dirawat di Rumah Sakit
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah unggahan di Threads menyoroti insiden penembakan yang melibatkan petugas Immigration and Customs Enforcement atau ICE di Austin, Texas, Amerika Serikat.

Unggahan tersebut dibuat akun terverifikasi @dailyletter.tv pada 21 September 2026 dan telah mendapatkan sekitar 642 ribu tayangan.

ADVERTISEMENT

Dalam postingannya, akun tersebut menyebut seorang pria bernama Wilber Rafael Garces Perez, 28 tahun, asal Venezuela, mengalami luka tembak di bagian tubuh dalam insiden yang disebut terjadi di Austin.

“BREAKING: America in crisis as protests explode ahead of the midterms following yet another ICE shooting, this time in Austin, Texas. Wilber Rafael Garces Perez, 28, from Venezuela, was shot in the torso. His wife says she spoke with him from the hospital as he remains in serious condition.”

Unggahan itu juga mengaitkan peristiwa tersebut dengan meningkatnya aksi protes menjelang pemilu tengah waktu di Amerika Serikat.

Namun, informasi mengenai kronologi penembakan serta kondisi korban dalam unggahan tersebut merupakan keterangan yang disampaikan oleh akun Threads dan perlu dibedakan dari informasi yang telah diverifikasi melalui sumber resmi.

Kolom komentar kemudian diwarnai sejumlah klaim tambahan mengenai keberadaan korban setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Akun @usernamenotfound222 menulis, “It gets even worse. ICE kidnapped him from the hospital. His wife and attorney don’t know where he is now. They weren’t allowed in to see him.”

Pernyataan tersebut merupakan klaim dari pengguna Threads dan tidak disertai bukti tambahan dalam unggahan yang tersedia.

Akun terverifikasi @time2thread turut memberikan reaksi keras terhadap peristiwa tersebut.

“Shameful. Unacceptable. Really we cannot accept this in our country.”

Sementara itu, akun @crisbalt menyebut korban memiliki pekerjaan sebagai pengantar DoorDash dan tidak memiliki catatan kriminal.

“He was delivering for DoorDash and had no criminal record. Another attempted murder by ICE.”

Klaim tersebut juga disampaikan oleh pengguna Threads dan tidak disertai dokumen pendukung dalam rangkaian unggahan yang tersedia.

Respons lain datang dari akun @giz_mo26 yang menyerukan agar warga Austin tetap menyuarakan sikap mereka.

“Don’t back down Austin, Texas this is your land your country”

Perdebatan kemudian masuk ke ranah politik ketika akun terverifikasi @schillacelife menyerukan pilihan politik tertentu kepada warga Texas.

“Come on Texas! Vote Blue and stop this insanity!”

Komentar tersebut menunjukkan bahwa insiden yang dibahas tidak hanya memicu perdebatan mengenai tindakan petugas ICE, tetapi juga berkembang menjadi perselisihan politik di antara pengguna media sosial.

Akun @the_comedic_6 turut memberikan tanggapan mengenai perdebatan status imigrasi dan menyampaikan kritik terhadap pihak yang dianggapnya menggunakan istilah “illegal” terhadap seseorang.

“Who cares if he’s illegal or not?

You conservatives are only prolife in the womb… let a human be labeled “ILLEGAL” and you would kill an innocent human for just being in the wrong place.

What the fuck is wrong with you?”

Rangkaian komentar tersebut memperlihatkan perbedaan pandangan pengguna Threads dalam menanggapi penembakan di Austin, mulai dari persoalan penegakan hukum imigrasi hingga perdebatan politik menjelang pemilu tengah waktu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung