Berita, Timur Tengah

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Cacat Parah, Wajah Bakar Tunggu Operasi Kaki Buntung Diganti Prostetik

Repelita.net

24 April 2026 22:20 WIB • 997 view

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Cacat Parah,  Wajah Bakar Tunggu Operasi Kaki Buntung Diganti Prostetik
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Kabar mengejutkan datang dari jantung kekuasaan Iran. Pemimpin Tertinggi baru mereka, Mojtaba Khamenei, dilaporkan bersembunyi dalam kondisi luka parah dan cacat usai serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu .

Serangan yang sama juga merenggut nyawa ayahnya, pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei .

ADVERTISEMENT

Laporan eksklusif dari media internasional menyebutkan bahwa putra mendiang Ayatollah tersebut menderita luka bakar berat di wajah dan bibir sehingga menyulitkannya untuk berbicara .

Akibat luka bakar serius itu, ia dikabarkan tengah menunggu jadwal operasi plastik untuk merekonstruksi kembali wajahnya .

Selain wajah, satu kakinya juga harus diamputasi karena kerusakan yang tidak bisa diperbaiki .

Kaki buntung tersebut telah menjalani tiga kali operasi besar dan kini menunggu pemasangan kaki prostetik atau palsu .

Ia juga membutuhkan operasi pada salah satu tangannya yang secara bertahap mulai memulihkan fungsinya melalui terapi intensif .

Ketakutan akan adanya upaya pembunuhan lanjutan membuat akses terhadap Mojtaba menjadi sangat terbatas dan dijaga super ketat .

Para petinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan menghindari kunjungan langsung karena khawatir pergerakan mereka dilacak oleh intelijen musuh .

Meskipun kondisi fisiknya hancur berkeping-keping, sumber internal menyebut bahwa ketajaman mental Mojtaba tidak terganggu .

Ia disebut masih mengendalikan negara menggunakan jaringan kurir fisik tradisional yang membawa pesan tulisan tangan dalam amplop tersegel .

"Mojtaba menolak muncul dalam bentuk video atau audio karena tidak ingin terlihat lemah di mata publik," tulis laporan tersebut pada Kamis (23/4/2026) .

Lumpuhnya sang pemimpin akibat luka cacat parah telah memaksa Iran beralih ke sistem kepemimpinan kolektif .

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi kini bertindak layaknya sebuah politbiro yang mengendalikan kebijakan strategis negara .

Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf muncul sebagai wajah utama rezim sekaligus negosiator kunci dengan Amerika Serikat .

Di Washington, Presiden Donald Trump memberikan pernyataan pedas terkait kekacauan di Teheran .

Trump mengeklaim bahwa struktur kepemimpinan Iran telah hancur hingga tiga lapisan terdalam .

"Mereka semua kacau. Mereka tidak tahu siapa pemimpin mereka saat ini. Kami telah melenyapkan tiga level pemimpin dan siapa pun yang berada di belakang mereka. Mereka kesulitan mencari siapa yang bisa bicara atas nama negara," ujar Trump .

Para analis meragukan bahwa Mojtaba mampu memiliki otoritas mutlak seperti ayahnya mengingat kondisinya yang kini cacat .

Dunia kini menanti apakah pemimpin bayangan ini akan berhasil pulih ataukah Iran akan bertransformasi menjadi rezim militer kolektif .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok




TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung