Berita, Internasional

Paus Leo Tegaskan Tak Akan Perluas Kebijakan Berkat bagi Pasangan Sesama Jenis

Repelita.net

24 April 2026 12:28 WIB • 1,014 view

Paus Leo Tegaskan Tak Akan Perluas Kebijakan Berkat bagi Pasangan Sesama Jenis
Foto: Istimewa

Repelita Vatikan - Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo, memberikan sinyal jelas bahwa dirinya tidak akan mengambil kebijakan yang melampaui langkah pendahulunya, Paus Fransiskus, terkait pemberkatan bagi pasangan sesama jenis.

Paus Leo menilai bahwa upaya untuk melangkah lebih jauh dalam isu sensitif ini justru berpotensi memicu perpecahan serius di dalam tubuh Gereja Katolik yang memiliki lebih dari 1,4 miliar umat.

ADVERTISEMENT

“Untuk melangkah lebih jauh dari itu hari ini, saya pikir topik ini dapat menyebabkan lebih banyak perpecahan daripada persatuan,” ujar Paus Leo dalam konferensi pers di atas pesawat kepausan dalam perjalanan pulang dari tur empat negara di Afrika, seperti dikutip Jumat (24/4).

Paus yang berasal dari Amerika Serikat ini memberikan pujian atas keputusan Paus Fransiskus pada tahun 2023 yang mengizinkan para pastor untuk memberkati pasangan sesama jenis secara informal di luar tata upacara liturgi dan berdasarkan kasus per kasus.

Meskipun demikian, ia menegaskan dengan tegas bahwa Vatikan tidak memiliki keinginan untuk memformalkan kebijakan tersebut menjadi sebuah ritual resmi yang terstruktur.

Kebijakan Paus Fransiskus sebelumnya memang telah memicu perdebatan luas di berbagai kalangan internal Gereja Katolik, bahkan sejumlah uskup di beberapa negara, khususnya di kawasan Afrika, menyatakan penolakan untuk menerapkan aturan itu di wilayah keuskupan masing-masing.

Ketika ditanya mengenai rencana Kardinal Jerman Reinhard Marx yang ingin melegalkan pemberkatan formal di keuskupannya, Paus Leo memilih untuk tidak mengkritik secara langsung.

Ia hanya merujuk pada instruksi Vatikan sebelumnya yang secara spesifik ditujukan kepada konferensi para uskup Jerman agar tidak mengembangkan ritual resmi untuk pemberkatan pasangan sesama jenis.

“Takhta Suci telah memperjelas bahwa kami tidak setuju dengan pemberkatan pasangan yang diformalkan,” tegas Paus Leo memperkuat pernyataannya.

Lebih jauh, Paus Leo berpendapat bahwa fokus utama persatuan Gereja seharusnya tidak hanya berpusat pada isu-isu etika seksual semata.

“Kita cenderung berpikir bahwa ketika Gereja berbicara tentang moralitas, satu-satunya masalah moralitas adalah seksual,” katanya mengkritik cara pandang yang sempit tersebut.

“Pada kenyataannya, saya percaya ada masalah yang jauh lebih besar dan lebih penting seperti keadilan, kesetaraan, serta kebebasan pria dan wanita,” tutur Paus Leo menekankan prioritas ajaran sosial yang lebih luas.

Gereja Katolik sendiri terus memegang teguh ajarannya bahwa hubungan seksual di luar pernikahan heteroseksual adalah dosa, sekaligus mengajarkan umat dengan ketertarikan sesama jenis untuk menjalani kehidupan yang kudus.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung