Berita, Nasional

Palti Hutabarat Sebut Rocky Gerung Jinak Pascapelantikan Wantimpres Setelah Sirkel Teman Dekatnya Masuk Istana

Repelita.net

02 October 2026 23:33 WIB • 66 view

Palti Hutabarat Sebut Rocky Gerung Jinak Pascapelantikan Wantimpres Setelah Sirkel Teman Dekatnya Masuk Istana
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Langkah manuver politik dari tokoh pengamat senior ketatanegaraan yang bersBersedia masuk ke dalam struktur penasihat istana memicu riak perdebatan sengit dari kalangan aktivis sosial kemasyarakatan.

Keputusan tersebut dipandang sebagai bentuk penjinakan nalar kritis figur publik secara bertahap seiring terakomodasinya gerbong barisan lingkaran pertemanan terdekat sang tokoh ke dalam sistem kekuasaan baru.

ADVERTISEMENT

Rentetan peristiwa perombakan jabatan kedinasan serta analisis perubahan haluan dari akademisi vokal nasional itu resmi mengemuka pada hari Jumat tanggal 2 Oktober 2026.

Melalui rilis ulasan tertulis, seorang pegiat sosial kemasyarakatan menguliti motif di balik bersedianya sang kritikus siber menerima mandat jabatan operasional kepresidenan tersebut.

Catatan analisis kritis mengenai proses pembentukan lingkaran sirkel birokrasi baru tersebut disampaikan secara meluas oleh aktivis sosial, Palti Hutabarat.

Dalam pemaparannya pada hari Jumat tanggal 2 Oktober 2026, Palti Hutabarat menilai runtutan bergabungnya barisan loyalis gerakan kritis ke istana sudah terprediksi.

Palti Hutabarat memaparkan, "Dilantiknya Rocky Gerung sebagai Wantimpres RI bukanlah hal yang terlalu mengejutkan bagi saya sebagai orang yang tiap hari mengamati isu politik di media sosial."

Berdasarkan pengamatannya, pelonggaran sikap dari sang filsuf mulai terdeteksi sejak rekan diskusinya Jumhur Hidayat dilantik memimpin kementerian serta dihadiri langsung oleh yang bersangkutan.

Konsolidasi birokrasi dinilai semakin lengkap setelah adanya pengangkatan Syahganda Nainggolan untuk memimpin fungsi kontrol hilirisasi program pada posisi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.

Masuknya rentetan nama penasihat tersebut dinilai otomatis merubah kedudukan sang tokoh menjadi lebih akomodatif serta melunakkan ketajaman analisis beralur radikal miliknya selama ini.

Mengenai dampak psikologis dari pola akomodasi pengisian pos jabatan kepresidenan secara meluas tersebut, Palti Hutabarat membeberkan kesimpulan pandangan siber tertulisnya.

Palti Hutabarat menegaskan, "Perubahan sikap Rocky Gerung sebenarnya bisa dilihat sejak Teman dekatnya Jumhur Hidayat jadi Menteri. Rocky bahkan hadir pada pelantikan tersebut. Dengan masuknya Syahganda Nainggolan sebagai Bakom, maka lengkap sudah sirkel Rocky masuk Istana. Jadi, Rocky ini jinak ya karena teman-temannya juga masuk dalam pemerintahan."

Pihak penentang mengaku merasakan adanya keanehan sosiologis saat melihat seorang intelektual publik yang biasa menghujat sistem kini resmi menyandang status aparatur negara.

Publik siber kini mensoroti bagaimana konsistensi nalar sang pejabat baru saat diperhadapkan pada kewajiban membela program kerja yang dinilai masih amburadul.

Beberapa program prioritas kabinet yang disoroti meliputi skema penyaluran Makan Bergizi Gratis hingga tata kelola unit usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Melanjutkan ulasan kritisnya mengenai potensi benturan nalar pembelaan regulasi pemerintah pada hari Jumat tanggal 2 Oktober 2026 tersebut, Palti Hutabarat menyampaikan keraguannya.

Palti Hutabarat berujar, "Dan ga heran kalau dia pun akhirnya menjadi Wantimpres RI. Tapi agak aneh sih lihat Rocky jadi pejabat. Kehadiran Rocky tentu saja menjadi menarik dilihat bagaimana nantinya dia membela program MBG dan Kopdes Merah Putih yang amburadul. Karena sebagus apapun logika dan penalaran Rocky tidak akan mampu memoles program yang amburadul begitu."

Sebagian warganet memprediksi kepatuhan administratif akan memaksa dewan penasihat merumuskan argumentasi pembelaan yang tidak lagi objektif melainkan bersifat memoles realitas.

Perubahan peran dari pengontrol kebijakan menjadi pembela program dipandang berpotensi menurunkan legitimasi moral ketokohan yang bersangkutan di mata publik luas.

Mengakhiri catatan evaluasi tajam mengenai pergeseran kedudukan etis sang pengamat senior di panggung ketatanegaraan nasional tersebut, Palti Hutabarat memberikan kalimat penutup keras.

Palti Hutabarat mengunci, "Kalau menurut pandangan saya sih akan sangat aneh dan menjijikkan melihat Rocky Gerung jadi penjilat."(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung