Repelita Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menggelar operasi senyap di daerah yang melibatkan kepala daerah tingkat kabupaten.
Lembaga antirasuah tersebut berhasil mengamankan sejumlah pihak dalam giat penindakan yang berlangsung secara mendadak pada awal pekan.
ADVERTISEMENT
Bupati Bolaang Mongondow Utara bernama Sirajudin Lasena tercatat menjadi salah satu pihak yang terjaring dalam razia tertutup itu.
Peristiwa penangkapan tersebut dikonfirmasi secara langsung oleh pimpinan lembaga penegak hukum melalui pesan singkat kepada awak media.
Ketua KPK Setyo Budiyanto memberikan jawaban singkat saat dikonfirmasi mengenai kebenaran pencidokan kepala daerah tersebut di ibu kota.
Benar, sedang ada kegiatan di lapangan, ujar Setyo Budiyanto memberikan konfirmasi resmi terkait operasi tangkap tangan tersebut.
Tim penyidik langsung bergerak cepat mengamankan belasan orang dari berbagai lokasi berbeda pasca pelaksanaan operasi senyap tersebut.
Sebanyak empat belas orang totalnya berhasil diciduk dalam rangkaian giat penindakan yang mencakup beberapa wilayah berbeda sekaligus.
Pihak lembaga antirasuah menjelaskan bahwa penindakan ini diduga erat kaitannya dengan praktik lancung pada pengerjaan proyek pemerintah.
KPK menduga OTT tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi dalam proyek pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Keterangan resmi disampaikan oleh juru bicara lembaga terkait rincian dugaan rasuwan yang melibatkan penyelenggara negara di daerah itu.
Perkara ini diduga terkait dengan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara di lingkungan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang berkaitan dengan proyek-proyek di kabupaten tersebut, kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 21 September 2026.
Selain mengamankan belasan orang, tim penyidik juga turut mengamankan barang bukti berharga bernilai cukup fantastis dari lokasi.
Dari OTT ini, KPK juga menyita barang bukti uang senilai ratusan juta rupiah.
Sebagian diamankan di Jakarta beserta pihak-pihak yang diamankan juga, ujar Budi menjelaskan penemuan barang bukti tersebut.
Kemudian, sejumlah uang lain diamankan di wilayah Sulawesi Utara ataupun di Gorontalo, tambah Budi menerangkan lokasi penemuan lainnya.
Seluruh pihak yang terjaring dalam operasi senyap kini masih menjalani pemeriksaan intensif guna menguak peran masing-masing.
Lembaga penegak hukum memiliki batas waktu sesuai ketentuan perundang-undangan untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap.
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.
Seluruh perkembangan lanjutan mengenai konstruksi perkara serta status hukum para pihak akan segera diumumkan melalui konferensi pers resmi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok