Repelita Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji membenarkan bahwa Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid telah melepaskan jabatannya di kepengurusan partai.
Pernyataan itu disampaikan Sarmuji saat dikonfirmasi wartawan pada Sabtu 19 September 2026.
ADVERTISEMENT
Informasi mengenai pengunduran diri tersebut sebelumnya juga disiarkan melalui kanal YouTube Tribunnews yang menampilkan pernyataan Sekjen Golkar secara lengkap.
Menurut Sarmuji, langkah Nusron sudah diambil jauh sebelumnya dan disampaikan secara langsung kepada Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
Ia menegaskan bahwa pengunduran diri itu terjadi lebih dari setengah tahun yang lalu.
"Ya. Sudah lama… Seingat saya lebih dari enam bulan lalu. Pak Nusron menemui langsung Ketua Umum," ujar Sarmuji.
Meskipun sudah tidak lagi duduk di struktur pengurus DPP, status keanggotaan Nusron di Partai Golkar tetap dipertahankan.
Sarmuji memastikan bahwa yang bersangkutan masih tercatat sebagai kader partai berlambang pohon beringin.
"Ya beliau tetap menjadi anggota Golkar," kata Sarmuji.
Terkait alasan di balik keputusan tersebut, Sekjen Golkar mengaku tidak mengetahui secara detail.
Ia hanya menyampaikan kemungkinan bahwa Nusron ingin memusatkan perhatian pada urusan lain.
"Saya tidak tahu persis alasannya. Mungkin ingin fokus ke hal lain," tambahnya.
Sebelumnya Nusron menjabat sebagai Ketua DPP Golkar bidang Keagamaan dan Kerohanian dalam struktur kepengurusan periode 2024-2029.
Kabar pengunduran diri ini muncul di tengah perhatian publik terhadap nama Nusron yang disebut-sebut dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Namun Sarmuji menekankan bahwa keputusan melepaskan jabatan kepengurusan sudah diambil jauh sebelum isu tersebut mencuat.
Langkah tersebut dinilai sebagai pilihan pribadi yang sudah dikomunikasikan langsung kepada pimpinan tertinggi partai.
Dengan demikian Nusron kini hanya berstatus sebagai anggota biasa tanpa posisi struktural di DPP Golkar.
Pernyataan Sarmuji menjadi konfirmasi resmi atas isu yang beredar mengenai status kepengurusan Menteri ATR/BPN di partai politiknya.
Hingga saat ini belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak Nusron sendiri mengenai alasan lengkap di balik keputusannya.
Partai Golkar sendiri terus menjalankan aktivitas organisasi sesuai dengan struktur yang berlaku saat ini. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok